BOR Rumah Sakit Rujukan COVID-19 di Klaten Penuh!

Achmad Syauqi - detikNews
Kamis, 24 Jun 2021 21:41 WIB
A doctor works at the La Paz hospital in Madrid, Spain, Monday, Oct. 5, 2020. Madrid has been the source of Europes most worrying surge of infections in the ongoing second wave of the pandemic. (AP Photo/Manu Fernandez)
Ilustrasi rumah sakit (Foto: AP/Manu Fernandez)
Klaten -

Keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) rumah sakit rujukan COVID-19 di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, penuh. BOR hari ini mencapai 100 persen dari 379 bed yang tersedia.

"Ya hari ini 100 persen BOR RS. Semua tempat tidur terisi," kata Koordinator Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Percepatan Pengendalian COVID-19 Kabupaten Klaten, Cahyono Widodo, saat dihubungi detikcom, Kamis (24/6/2021).

Cahyono menjelaskan, sejak beberapa hari terakhir pasien Corona mengantre bed. Sehingga ketika ada pasien Corona yang sembuh maka bed langsung diisi pasien baru.

"Jadi yang sembuh pulang langsung diisi pasien baru. Sehingga penuh tidak ada yang kosong," ujarnya.

Menurut Cahyono, saat ini terdapat 12 rumah sakit rujukan pasien Corona di Klaten. Ada rencana untuk menambah rumah sakit COVID-19.

"Akan ada tambahan satu RS, yaitu RS PKU Muhammadiyah Prambanan. Ini sedang dipersiapkan operasional," imbuh Cahyono.

Terpisah, Humas RS PKU Muhammadiyah Delanggu, Buya Al-Ghazali, menjelaskan bahwa data pagi tadi bed pasien Corona penuh. Namun kemungkinan akan ada pasien yang dipulangkan karena sudah sembuh.

"Hasil koordinasi pagi tadi kamar full tapi ada rencana pemulangan 10 dan meninggal satu. Saat ini di IGD ada 4 pasien suspek nanti setelah 10 dipulangkan dan sterilisasi baru bisa masuk ke kamar isolasi," kata Buya kepada detikcom.

Sementara itu, kasus baru Corona di Kabupaten Klaten dari tanggal 18-24 Juni ini sebanyak 516 orang.

"Betul ada 516 tambahan kasus baru. Itu merupakan kasus terkonfirmasi kumulatif dari pemeriksaan yang kita lakukan," ungkap Koordinator Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Percepatan Pengendalian COVID-19 Kabupaten Klaten, Cahyono Widodo.

Cahyono menjelaskan pemeriksaan itu dilakukan sejak tanggal 18-24 Juni dan hasilnya baru keluar hari ini.

"Jadi angka itu kumulatif dari tanggal 18-24 Juni. Ini kita laksanakan berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor HK.01.07 /Menkes/3602 /2021, Klaten termasuk kriteria B sehingga pemeriksaan antigen rdt-Ag dapat digunakan untuk pelacakan kontak, penegakan diagnosa suspek maupun probable," jelas Cahyono.

Hari ini juga terdapat 101 pasien sembuh Corona dan 15 pasien meninggal dunia di Klaten. Dengan demikian, jumlah kumulatif kasus Corona di Klaten menjadi 11.550 kasus.

"Kumulatif COVID-19 menjadi 11.550 kasus. Dari jumlah tersebut 1.671 menjalani perawatan/isolasi mandiri, 9.182 sembuh dan 697 meninggal dunia," imbuh Cahyono.

(rih/mbr)