Gegara Rapat hingga Rewang Hajatan, Puluhan Orang Klaten Kena Corona

Achmad Syauqi - detikNews
Kamis, 24 Jun 2021 15:07 WIB
Pemakaman ibu pegiat sungai dengan protokol COVID di Klaten, Kamis (24/6/2021)
Pemakaman ibu pegiat sungai dengan protokol COVID di Klaten. (Foto: Acmad Syauqi/detikcom)
Klaten -

Klaster koperasi dan rewang (membantu atau gotong royong) hajatan muncul di Kecamatan Jogonalan, Klaten, Jawa Tengah. Dari dua klaster tersebut ada 26 kasus baru Corona dalam sehari, Rabu (23/6) kemarin.

"26 kasus baru itu ada di beberapa wilayah. Tapi terbanyak di Desa Karang Dukuh, ada klaster Koperasi," ungkap Camat Jogonalan, Sutopo, kepada detikcom, Kamis (24/6/2021).

Sutopo menerangkan pihaknya sudah melakukan tes rapid dan swab dari kontak klaster koperasi. Jumlah terkonfirmasi positif COVID-19 dari klaster koperasi itu mencapai 32 orang.

"Klaster koperasi, sebab awalnya ada rapat koperasi. Satu desa jumlahnya total yang terkonfirmasi 32 orang," lanjut Sutopo.

Selain dari klaster koperasi di Desa Karang Dukuh itu, ada juga klaster orang rewang hajatan di Desa Sumyang. Namun, Sutopo belum merinci jumlah warganya yang terpapar Corona dari klaster ini.

"Ada klaster rewang, dari orang yang rewang di hajatan. Jumlahnya cukup banyak tapi tidak zona merah," kata Sutopo.

Sutopo menerangkan hari ini ada seorang tenaga kesehatan (nakes) inisial E meninggal dunia yang dimakamkan dengan protokol COVID. Yang bersangkutan bekerja sebagai bidan di Puskesmas Jogonalan 1.

"Tugasnya di Puskesmas Jogonalan 1. Sakit sudah beberapa lama, pernah positif dan pemakaman protokol kesehatan," sambung Sutopo.

Klaster Rewang Juga Muncul di Kecamatan Prambanan

Selain di Jogonalan, klaster rewang juga muncul di Desa Sengon, Kecamatan Prambanan, Klaten. Dari semula seorang warga hingga akhirnya kasus COVID menyebar.

"Awalnya R rewang positif (Corona) kita edukasi masyarakat tapi ngeyel setelah rapid dan berjatuhan warga ketakutan. Kita berlakukan PPKM skala RW sehingga logistik dipihak desa," jelas Plt Camat Prambanan, Puspo Enggar Hastuti kepada detikcom.

Puspo mengatakan dari Desa Sengon data terakhir ada 2 warga positif Corona dari PCR dan 15 positif dari antigen. Kemudian akses warga di RW 8 dibatasi, dengan tiga RT ditutup.

"Jadi wilayah RW 8 akses hanya satu pintu, bukan lockdown. Semoga tidak bertambah," lanjut Puspo.

Puspo juga membenarkan meninggalnya ibu dari almarhum pegiat sungai Arif Fuad Hidayah. Dia menerangkan Arif meninggal pada Minggu (20/6) lalu, dan ibunya hari ini.

"Arif meninggal Minggu (20/6) menurut pemeriksaan medis mengarah COVID tapi ibunya dirawat di RSST bersama ayahnya yang positif dari antigen. Hari ini ibunya dimakamkan di makam yang sama," ujar Puspo.

(ams/sip)