Usai Didatangi 'Teman', Pria di Semarang Ditemukan Tewas dalam Kamar

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Selasa, 22 Jun 2021 18:44 WIB
Seorang pria bernama Wiwin Aleyong Saputra alias Keong ditemukan tewas dalam kamarnya di Semarang, Selasa (22/6/2021).
Seorang pria bernama Wiwin Aleyong Saputra atau Keong ditemukan tewas dalam kamarnya di Semarang, Selasa (22/6/2021). (Foto: Istimewa)
Kota Semarang -

Seorang pria ditemukan tewas dalam kamarnya di Kota Semarang, Jawa Tengah. Saksi menyebut korban bernama Wiwin Aleyong Saputra (27) sempat didatangi sejumlah orang yang mengaku sebagai temannya.

"Memang benar seorang laki-laki meninggal dunia di kamar," kata Kasat Reskrim Polrestabes Semarang AKBP Indra Mardiana, kepada wartawan di lokasi kejadian, Kelurahan Rejosari, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, Selasa (22/6/2021).

Dari pemeriksaan saksi yaitu ibu dan adik korban, diduga peristiwa diawali dari datangnya beberapa orang yang mengaku rekan ke kamar korban sekitar pukul 23.30 WIB kemarin malam.

"Setelah lakukan pemeriksaan dari orang tua dan adiknya yang memang menjelaskan kejadian sekitar 23.30 WIB melihat ada yang diduga rekan korban masuk rumah. Keterangan ibunya sedang seterika baju. Kami periksa saksi, apakah benar itu pelakunya," ujar Indra.

Diwawancara terpisah, ibu korban, Ngatini, mengatakan sempat mendengar kegaduhan saat teman-teman korban datang. Karena khawatir, ia sempat melapor ke pihak RT.

"Ada suara gludak-gludak. Saya laporan RT, setelah sampai rumah, tiga orang keluar dari dalam bilang 'aku nggak ikut-ikut, aku temannya'," ujar Ngatini.

"Saat di kamar, ada dua orang yang memegangi (korban), bilang jangan diganggu, biar tidur saja," imbuhnya.

Ngatini tak menaruh curiga dan berniat membiarkan putranya yang akrab disapa Keong itu istirahat. Tidak berapa lama kemudian, kata Ngatini, ada seseorang mengendarai motor yang memainkan gas dan meneriakkan nama Keong.

Hingga akhirnya ada dua orang datang ke rumahnya pada pukul 05.30 WIB tadi pagi. Mereka marah-marah dan mengancam akan membunuh Keong.

"Kata orang itu mau mencari anak saya katanya kalau tidak dipertemukan akan dibunuh, bawa celurit. Saya sudah bilang tolong dimaafkan kalau punya salah," katanya.

Ngatini langsung menghampiri putranya di dalam kamar. Namun ternyata korban sudah tak bernyawa.

"Saya bangunkan kok badannya sudah dingin. Saya langsung nangis terus tetangga pada datang. Nggak tahu dua orang itu pergi ke mana setelah tahu anak saya meninggal," terangnya.

Sementara itu, Indra menambahkan jenazah korban akan diautopsi di RSUP dr Kariadi Semarang. Namun dari pemeriksaan sementara ditemukan luka-luka di tubuh korban.

"Autopsi di RS Kariadi. Dari luar ada lebam-lebam dan dua goresan di punggung," jelas Indra.

(sip/ams)