Sehari 201 Kasus Corona di Kulon Progo, Dominasi Kegiatan Tilik-Hajatan

Jalu Rahman Dewantara - detikNews
Minggu, 20 Jun 2021 11:30 WIB
Jubir Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Kulon Progo, Baning Rahayujati
Baning Rahayujati. (Foto: Jalu Rahman Dewantara/detikcom)
Kulon Progo -

Kasus terkonfirmasi positif virus Corona atau COVID-19 di Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), bertambah sebanyak 201 kasus pada Sabtu (19/6). Jumlah yang menjadi rekor kasus harian ini didominasi oleh hasil tracing dari kegiatan tilik atau menjenguk orang sakit dan hajatan pernikahan.

"Pada Sabtu 19 Juni 2021, terdapat penambahan yang menjadi rekor kasus harian di Kulon Progo yaitu 201 kasus baru, sehingga total (akumulasi kasus konfirmasi positif) menjadi 6.990 kasus. Penambahan kasus ini menyebar di seluruh Kapanewon, terbanyak berasal dari wilayah Lendah, diikuti Kalibawang," kata Juru Bicara Satgas COVID-19 Kulon Progo, Baning Rahayujati, kepada wartawan Minggu (20/6/2021).

Baning menjelaskan perkembangan kasus di Lendah merupakan penambahan kasus sebelumnya yaitu adanya kegiatan tilik orang sakit dari kelompok tilik orang sakit di wilayah Kalurahan Jatirejo dengan total 40 kasus. Sedangkan yang lainnya berasal dari penularan di lingkungan keluarga.

"Ada juga kami sedang melakukan tracing di Kalurahan Bumirejo (Masuk wilayah Lendah) dimana kami menduga kasus ini disebabkan adanya salah satu pegawai yang sakit dan menular kepada orang-orang yang ada di sana baik karena aktivitas perkantoran maupun aktivitas masyarakat yang dilakukan di balai desa tersebut (Bumirejo)," ujarnya.

Penambahan terbanyak kedua lanjut Baning berasal dari Kapanewon Kalibawang yaitu sebanyak 50 kasus. Ini merupakan penambahan dari kasus-kasus awal sebelumnya, dimana 50 kasus ini terbanyak berasal dari tracing kegiatan hajatan pernikahan.

"Pada hajatan tersebut masih ada makan hidangan di tempat. Selainnya adalah berasal dari kontak kasus pada kegiatan keagamaan yang dilaksanakan di rumah-rumah warga," jelasnya.

Atas hal itu Baning mengimbau kepada masyarakat yang akan melakukan hajatan pernikahan atau hajatan yang lain agar mengikuti arahan dari satgas kapanewon dan satgas kalurahan. Diharapkan kegiatan utama yang dilaksanakan misalnya ijab kabul sesuai dengan prokes dan kegiatan seremoni atau kegiatan resepsi agar tidak ada kegiatan makan di tempat, hidangan bisa dibungkus dan dibawa pulang kepada tamu yang datang.

Selain itu tidak melakukan kegiatan bersalaman. Kegiatan berfoto juga dianjurkan dilakukan dengan menjaga jarak dan tetap menggunakan masker.

"Selama tamu berkunjung baik manten (pengantin), keluarga besar maupun tamu yang datang tidak melepas masker. Dengan demikian apabila ada yang salah satu dari anggota keluarga atau tamu yang ternyata positif tapi tanpa gejala maka tidak akan menularkan dan tidak akan dibawa pulang dan menular kepada keluarga yang lain," ujarnya.

(mbr/mbr)