Terus Bertambah, Klaster Dinas Pariwisata Kulon Progo Tembus 45 Kasus

Jalu Rahman Dewantara - detikNews
Minggu, 20 Jun 2021 11:02 WIB
Kantor Dinas Pariwisata Kulon Progo
Kantor Dinas Pariwisata Kulon Progo. (Foto: Jalu Rahman Dewantara/detikcom)
Kulon Progo -

Kasus terkonfirmasi positif virus Corona atau COVID-19 dari klaster Dinas Pariwisata (Dispar) Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta bertambah menjadi 45. Sebanyak 30 di antaranya merupakan pegawai kantor tersebut.

"Perkembangan kasus Dispar terdapat penambahan sebanyak 8 kasus positif, sehingga total pegawai yang terpapar 30 orang. Kemudian telah dilakukan tracing terhadap anggota keluarga kasus positif, sebanyak 72 orang telah ditest swab hasilnya, 15 positif, 15 negatif, dan sisanya masih menunggu hasil. Sehingga total kasus di Dispar saat ini menjadi 45 kasus," ungkap Juru Bicara Satgas COVID-19 Kulon Progo, Baning Rahayujati kepada wartawan, Minggu (20/6/2021).

Meski masih ada pemaparan dan kemungkinan jumlah kasus dari klaster Corona ini bertambah, Satgas COVID-19 Kulon Progo telah memberi lampu hijau untuk kantor Dispar kembali membuka pelayanan pada Senin (21/6/2021).

"Direncanakan Senin kantor ini sudah melakukan pelayanan secara terbatas oleh pegawai yang hasilnya negatif," ujar Baning.

Seperti diketahui telah terjadi penularan COVID-19 di lingkungan kantor Dispar Kulon Progo. Kasus ini bermula dari salah satu pegawai yang mengalami sakit ringan tetapi tetap masuk kerja. Sakit itu berupa batuk, pilek dan sedikit demam. Beberapa saat kemudian pegawai tersebut kehilangan kemampuan indera penciuman, atau anosmia.

"Dari situ ia melakukan test antigen secara mandiri, dan ternyata hasilnya positif. Adapun laporan sakitnya mulai hari Jumat (11/6/2021), kemudian swab hari Sabtu (12/6)," jelas Baning.

Mendapati ada pegawai yang positif, sejumlah pegawai lain pun inisiatif melakukan test antigen mandiri. Belakangan diketahui hasil test itu juga positif. Dari situ mulai banyak yang ditest, dari awalnya 4 orang, terus bertambah menjadi 19 orang.

Untuk mengantisipasi penyebaran virus, kantor Dispar sudah dilakukan disinfeksi. Seluruh kegiatan perkantoran termasuk pelayanan kepada masyarakat di kantor ini juga distop selama tiga hari terhitung sejak sejak hari ini sampai dengan Jumat (18/6).

"Kalau perkembangannya baik artinya tak ada penambahan kasus maka Senin sudah bisa melakukan pelayanan. Atau harapannya nanti ada (pegawai) yang negatif yang bisa memberikan pelayanan tetap secara minimal (terbatas)," pungkasnya.

(mbr/mbr)