Geger Pemakaman Jenazah COVID-19 di Demak Tanpa Prokes

Mochamad Saifudin - detikNews
Kamis, 17 Jun 2021 20:45 WIB
Suasana TPU di salah satu desa di Kecamatan Sayung, Demak tempat pemakaman jenazah tanpa protokol COVID-19, Kamis (17/6/2021)
Suasana TPU di salah satu desa di Kecamatan Sayung, Demak, tempat pemakaman jenazah tanpa protokol COVID-19, Kamis (17/6/2021) Foto: dok. Pendim 0716/Demak
Demak -

Seorang warga positif virus Corona atau COVID-19 di Demak inisial MI (52) meninggal dan dimakamkan tanpa protokol kesehatan. Sebab keluarga yang bersangkutan menolak pemakaman dengan protokol COVID-19.

Kepala Penerangan Kodim 0716/Demak, Sertu M Makruf, menerangkan MI sempat dirawat di RSUD KRMT Wongsonegoro Semarang dengan keluhan demam tinggi. Pihak rumah sakit pun menyarankan pasien diopname.

"Dari pihak rumah sakit menyarankan agar pasien dirawat dan opname, akan tetapi pihak keluarga menolaknya, walaupun hasil swab menunjukkan pasien terkonfirmasi COVID-19. Setelah pasien Ml melakukan isolasi mandiri di rumah selama kurang lebih satu minggu, pada Kamis (17/6) dini hari, Ml meninggal dunia," ujar Makruf dalam rilis yang diterima detikcom, Kamis (17/6/2021).

Makruf mengatakan petugas Puskesmas Sayung 2 sempat mendatangi dan mengecek kondisi MI. Petugas puskesmas itu meminta yang bersangkutan dimakamkan dengan protokol COVID-19, namun ditolak keluarga.

Mendapat laporan itu, Babinsa Koramil 11/Sayung Kodim 0716/Demak Serda Bambang dan Bhabinkamtibmas Polsek Sayung Brigadir Abriyanto mendatangi keluarga MI untuk membujuk pemakaman dengan menerapkan protokol COVID-19.

"Kita dibantu Pak Babinsa dan Pak Bhabinkamtibmas memberikan imbauan dan arahan ke keluarga almarhum. Akan tetapi mereka bersikukuh menolak dimakamkan secara protokol COVID-19. Sehingga pemakaman dilakukan secara biasa," ujar petugas Puskesmas Sayung 2 Nunuk Rahmawati dalam rilis yang sama.

Karena pihak keluarga menolak, Babinsa maupun Bhabinkamtibmas hanya bisa mengingatkan keluarga yang bersangkutan. Selain itu, keduanya mengingatkan para pelayat dan pihak keluarga agar menerapkan protokol kesehatan COVID-19 seperti memakai masker, menjaga jarak, hingga tidak bersalaman.

"Nanti kita akan koordinasikan lagi bersama pihak Puskesmas, pihak Pemdes dan satgas COVID desa, untuk langkah selanjutnya. Kemungkinan kita lakukan isoman, tracing dan swab pada keluarga almarhum, guna mengantisipasi penyebaran virus," kata Babinsa Koramil 11/Sayung Kodim 0716/Demak Serda Bambang.

Bambang pun menyesalkan pihak keluarga yang menolak pemakaman dengan protokol COVID-19. Berkaca dari kasus ini, pihaknya bakal menggandeng Pemdes, dan Satgas COVID desa untuk sosialisasi maupun edukasi soal protokol kesehatan Corona.

"Memang tidak mudah untuk meyakinkan semua masyarakat. Akan tetapi, ini menjadi tugas kita di wilayah. Semoga kejadian seperti ini tidak terjadi lagi," imbuh Bambang.

(ams/rih)