20 Warganya Positif, Satu Desa di Purbalingga Lockdown

Vandi Romadhon - detikNews
Kamis, 17 Jun 2021 15:28 WIB
Desa Manduraga di Purbalingga, Jawa Tengah, yang menerapkan lockdown setelah 20 warganya positif Corona, Kamis (17/6/2021).
Desa Manduraga di Purbalingga, Jawa Tengah, yang menerapkan lockdown setelah 20 warganya positif Corona, Kamis (17/6/2021). Foto: Vandi Romadhon/detikcom
Purbalingga -

Desa Manduraga di Kecamatan Kalimanah, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, menerapkan lockdown mulai Rabu (16/6) malam. Hal itu dilakukan setelah 20 orang warganya dinyatakan positif virus Corona atau COVID-19.

"Desa kami ini desa perlintasan, perbatasan langsung dengan Kabupaten Banyumas. Setelah kita ketahui warga kami banyak yang terpapar COVID-19 ditambah satu orang positif (Corona) meninggal dunia maka kami putuskan untuk menetapkan lockdown," kata Kepala Desa Manduraga, Hardizon, saat ditemui detikcom di kantornya, Kamis (17/6/2021).

Saat ini total warga yang sudah menjalani swab sebanyak 51 orang. Kebijakan lockdown akan dilakukan sampai keadaan membaik dan seluruh hasil swab diketahui.

"Dari total 51 orang yang sudah swab 20 orang dinyatakan positif, 13 orang negatif dan 18 orang belum keluar hasilnya. Sambil melihat perkembangan kalau keadaan membaik kita akan evaluasi nanti," jelasnya.

"Kalau yang meninggal satu tapi serumah kena anaknya kena, mantunya kena bapaknya kena, total yang positif saat ini ada 20 warga kami," sambungnya.

Dari data Satgas COVID-19 Desa Manduraga, 20 orang yang dinyatakan positif Corona saat ini 11 orang menjalani isolasi mandiri, 6 orang menjalani perawatan di RS Banyumas, dan 3 orang dirawat di RS DKT Purwokerto.

Hardizon menambahkan, saat ini tiga jalur masuk desa itu ditutup total. Sementara satu jalur pintu masuk utama diterapkan kebijakan buka tutup dengan penjagaan untuk mencegah warga dari luar daerah masuk ke wilayah desanya.

"Saat ini kami tutup total tiga jalur masuk, hanya satu jalur yang kami terapkan sistem buka tutup dengan penjagaan dari satgas COVID-19 desa, selain itu pasar desa juga kami tutup," Katanya

Hardizon menjelaskan penutupan pasar karena ada warga yang rumahnya dekat dengan pasar dinyatakan positif terpapar virus Corona. Selain itu pasar desa merupakan tempat yang cukup rawan menimbulkan kerumunan.

"Lockdown saat ini menurut kami merupakan keputusan terbaik meskipun tentu di masyarakat ada saja yang tidak setuju," ujarnya.

Sementara itu untuk sosialisasi dan upaya pencegahan terus dilakukan oleh pemerintah desa. Pihak desa juga memantau warganya dan berusaha memberikan bantuan berupa kebutuhan makanan dan buah-buahan kepada warga yang menjalani isolasi mandiri.

"Yang kita lakukan saat ini penyemprotan disinfektan dan sosialisasi keliling menggunakan mobil untuk mengingatkan warga, selain itu kami menyediakan bantuan makanan kepada warga yang keluarganya dinyatakan positif," ujarnya.

Tonton video 'Pesan Semangat oleh Pejabat Pemerintah untuk Bangkit dari Corona':

[Gambas:Video 20detik]



(rih/mbr)