Top! Karyawan RS Bikin Alat Cuci Tangan Tanpa Sentuh dari Barang Bekas

Uje Hartono - detikNews
Kamis, 17 Jun 2021 14:53 WIB
Karyawan RSI Banjarnegara, Basuki (baju cokelat), yang menciptakan alat cuci tangan tanpa sentuh, Kamis (17/6/2021).
Karyawan RSI Banjarnegara, Basuki (baju cokelat), yang menciptakan alat cuci tangan tanpa sentuh, Kamis (17/6/2021). (Foto: Uje Hartono/detikcom)
Banjarnegara -

Karyawan Rumah Sakit Islam (RSI) Banjarnegara, Jawa Tengah, Basuki, menciptakan alat cuci tangan tanpa sentuh. Alat yang saat ini terpasang di tempat kerjanya tersebut dibuat dari barang bekas.

Awalnya, Basuki mengaku prihatin dengan sejumlah barang bekas yang ada di sekitarnya. Dari keprihatinan ini, ia kemudian mencoba memanfaatkan untuk menjadi alat cuci tangan tanpa sentuh.

"Alatnya sebagian besar dari barang bekas. Mulai dari rotor bekas CD room, selang bekas infus printer, tempat sabun, botol bekas, baterai bekas. Semua barang bekas ini banyak di sekitar saya. Yang harus beli hanya sensor prosesornya," kata Basuki saat ditemui di RSI Banjarnegara, Kamis (17/6/2021).

Ia menyebut, dengan memanfaatkan barang bekas, alat cuci tangan tanpa sentuh ini lebih terjangkau. Padahal, alat cuci tangan tanpa sentuh biasanya berkisar Rp 100 ribu hingga Rp 300 ribu. Namun, alat hasil karyanya di bawah Rp 50 ribu.

"Alat ini sebenarnya sudah ada sebelumnya. Hanya harganya mahal karena ini menggunakan barang bekas jadi lebih terjangkau. Yang harus beli hanya sensor prosesornya, jadi harganya di bawah Rp 50 ribu," terangnya.

Karyawan RSI Banjarnegara, Basuki (baju cokelat), yang menciptakan alat cuci tangan tanpa sentuh, Kamis (17/6/2021).Karyawan RSI Banjarnegara, Basuki (baju cokelat), yang menciptakan alat cuci tangan tanpa sentuh, Kamis (17/6/2021). Foto: Uje Hartono/detikcom

Alat cuci tangan tanpa sentuh ini mampu mengeluarkan sabun dalam bentuk buih atau foam. Saat ini sudah digunakan di sudut-sudut ruangan di RSI Banjarnegara.

Dengan alat ini diharapkan mampu menekan penularan virus COVID-19. Pasalnya, salah satu penularan bisa melalui kontak langsung atau melalui benda mati seperti alat cuci tangan.

"Harapannya, ini bisa menekan angka penularan COVID-19. Karena tidak harus memencet untuk mengeluarkan buih sabun," ujarnya.

Di tempat yang sama, Direktur RSI Banjarnegara, Agus Ujianto, mengatakan bahwa kini alat cuci tangan tanpa sentuh ini sudah dipasang di rumah sakit. Bahkan nantinya akan diproduksi lebih banyak.

"Saya senang dengan karya ini, karena juga bisa mengurangi potensi penularan COVID-19. Sekarang sudah di pasang di sudut-sudut ruangan di RSI Banjarnegara. Nantinya karena ini juga biaya produksi murah bisa diproduksi lebih banyak lagi dan dipasang di beberapa instansi," kata Agus.

(rih/sip)