Ada Pasien Corona Kudus di Donohudan Meninggal, Ganjar: Salahkan Saya

Dian Utoro Aji - detikNews
Rabu, 16 Jun 2021 16:59 WIB
Kabupaten Jepara menjadi zona merah penyebaran virus Corona. Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo pun melakukan inspeksi mendadak atau sidak di RSUD Kartini Jepara.
Ganjar Sidak Penanganan Pasie Corona di RSUD Jepara, Selasa (15/6/2021). (Foto: Istimewa/Humas Pemprov Jateng)
Kudus -

Gubenur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bercerita dirinya disalahkan saat ada warga Kudus yang sedang menjalani isolasi terpusat di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, meninggal dunia. Dia kemudian menjelaskan alasan di balik keputusannya mengirim warga Kudus yang kena Corona ke Donohudan.

"Ada seorang dokter yang menyampaikan, e sampaikan kepada Ganjar tu, itu bahasanya agak sinis juga sih pakai rekaman voice gitu ya. Bukan begitu caranya, urusan kesehatan penanganan kesehatan bukan rakyat dipaksa-paksa," kata Ganjar saat menjadi salah satu narasumber di acara webinar tentang varian virus Corona delta di Kudus yang diselenggarakan PKT UGM bekerja sama dengan Kagama, Rabu (16/6/2021).

"Ya sudahlah saya menerima saja gitu. Padahal saya melihat kabupaten tidak sanggup (tidak ada isolasi terpusat), maka begitu kita dorong ke sana (ke Donohudan) memang ada yang meninggal pasti ada yang menyalahkan, saya bilang salahkan saya. Salahkan saya, saya yang bertanggung jawab," sambung dia.

Untuk diketahui, ada dua orang warga Kudus yang kena COVID-19 menjalani isolasi terpusat di Donohudan meninggal dunia. Ganjar kemudian menceritakan sempat terjadi gesekan antaranya pemerintah dengan masyarakat Kudus. Saat itu Pemkab Kudus mengaku tidak memiliki tempat isolasi terpusat.

Sempat Ada Gesekan dengan Warga Kudus

Maka isolasi terpusat dilakukan di Asrama Haji Donohudan Kabupaten Boyolali. Warga yang sedang menjalani isolasi mandiri di rumah pun dijemput TNI-Polri, dan dibawa ke Asrama Haji Donohudan.

"Terpaksa kemarin ada sedikit gesekan dengan masyarakat, bahwa mereka di Kudus tidak punya isolasi terpusat. Maka terpaksa saya siapkan Donohudan (Asrama Haji) di Boyolali ya. Wisma haji kita untuk dibawa ke sana. Sedikit kita paksa untuk TNI-Polri untuk kita bawa ke sana," terang Ganjar.

Ganjar memiliki opsi tersebut karena jika membiarkan warga yang menjalani isolasi mandiri di rumah berpotensi menularkan kepada masyarakat lainnya. Apalagi kasus Corona sedang naik tinggi di Kudus.

"Tapi inilah yang kita lakukan, sebab kita membiarkan masyarakat isolasi mandiri di rumah itu saja saja menyebarkan penyakit dengan suka rela, karena di rumah tidak disiplin ya. Mereka yang sehat akhirnya tertular" jelasnya.

"Dan kemudian banyak keluhan di sana, kita lakukan penebalan kita tambahi pelayanan di sana kemudian mereka tenang," sambung dia.

Ganjar mengungkapkan hingga akhirnya Bupati Kudus sendiri mulai resah karena banyak warganya yang harus dibawa ke Donohudan. Bupati pun akhirnya membuat isolasi terpusat sendiri di Kudus.

"Akhirnya saya tengok ke sana, ada rusunawa yang ternyata tidak penuh. Bupati mestinya ini tidak penuh, besok lagi jangan dikirim ke Donohudan. Anda saja siapkan seperti itu, cari hotel, cari rusunawa yang ada. Apapun yang dikelola, sehingga relasi sosial, relasi politik tidak maju mundur kayak setrika. Pada saat mulai tenang," ungkapnya.

Simak selengkapnya di halaman berikutnya...

Lihat juga Video: Mengenal Varian Corona 'Delta' India yang Mendominasi di Jakarta-Kudus

[Gambas:Video 20detik]