Corona di Yogya Ngegas, Uji Coba Sekolah Tatap Muka Disetop!

Heri Susanto - detikNews
Rabu, 16 Jun 2021 16:03 WIB
Proses penataan kawasan Tugu Pal Putih, Yogyakarta, telah rampung dilakukan. Kawasan itu kini kian setelah bebas dari kabel melintang. Berikut potretnya.
Tugu Yogyakarta. (Foto: Pius Erlangga/detikcom)
Yogyakarta -

Kasus positif virus Corona atau COVID-19 di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) selama sepekan terakhir masih tinggi. Berdasarkan kondisi itu, Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) DIY merespons dengan menghentikan uji coba Pembelajaran Tatap Muka (PTM) atau sekolah tatap muka.

"Kami tidak mau berisiko. Seluruh sekolah yang ujicoba PTM, kami lakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ)," kata Kepala Disdikpora DIY Didik Wardaya saat dihubungi wartawan, Rabu (16/6/2021).

Uji coba sekolah tatap muka ini sudah berlangsung sejak 19 April 2021. Ada 10 SMA/SMK di DIY yang menjalani uji coba sekolah tatap muka yakni SMAN 1 Gamping Sleman, SMAN 1 Pajangan Bantul, SMKN 1 Bantul, SMAN 2 Playen Gunungkidul, SMKN 1 Wonosari Gunungkidul, SMKN 1 Yogyakarta, SMAN 1 Sentolo Kulon Progo, SMAN 9 Yogyakarta, SMKN 1 Depok Sleman dan SMKN Pengasih Kulon Progo. Pelaksanaan sekolah tatap muka ini disetop meski saat ini siswa kelas X dan XI sedang menghadapi ujian kenaikan kelas.

Didik menjelaskan uji coba PTM ini sudah mulai disetop pada Senin (14/6) lalu. Ada satu sekolah yang masih menyelenggarakan PTM tapi langsung memulangkan siswa.

"Ada satu sekolah yang karena harus mempersiapkan siswa ujian akhirnya juga batal. Proses ujian diganti dengan tugas," jelasnya.

Menurut Didik, sekolah tatap muka sebenarnya dibutuhkan untuk mengejar keterlambatan siswa dalam memahami pelajaran. Terutama untuk mata pelajaran yang memang membutuhkan tatap muka, seperti Kimia, Fisika, dan Matematika. Ketiga mata pelajaran tersebut banyak menuntut guru menjelaskan secara langsung dan praktik.

"Apalagi siswa baru dari jenjang SMP. Mereka butuh mengenal mata pelajaran. Itu butuh PTM," katanya.

Meski untuk ujicoba sekolah tatap muka telah resmi dibatalkan, Didik mengatakan, belum ada kepastian untuk proses PTM tahun ajaran baru 12 Juli 2021 mendatang. Sebab, PTM 12 Juli tersebut merupakan instruksi dari pemerintah pusat.

"Kalau yang tahun ajaran baru, kami masih menunggu bagaimana? Apakah lanjut terus atau harus PJJ. Tapi, kalau melihat perkembangan seminggu terakhir berpeluang untuk dibatalkan," katanya.

Sebelumnya, Sekretaris Daerah (Sekda) DIY Kadarmanta Baskara Aji mengakui, pihaknya akan mengkaji lebih detail mengenai rencana PTM 12 Juli mendatang. Sebab, penularan Corona kian mengganas di DIY.

"Kita lakukan evaluasi lagi. Wong rencana kita perluas tatap mukanya di ajaran baru, tapi kalau kondisi seperti ini kita harus pikirkan lagi nanti," jelas Aji diwawancarai wartawan di Gedung DPRD DIY Jalan Malioboro, Selasa (15/6).

(sip/mbr)