Kasus Corona Meningkat, RS Darurat Boyolali Kembali Terisi Pasien

Ragil Ajiyanto - detikNews
Rabu, 16 Jun 2021 16:37 WIB
Bupati Boyolali, Mohammad Said Hidayat, Rabu (16/6/2021).
Bupati Boyolali, Mohammad Said Hidayat, Rabu (16/6/2021). (Foto: Ragil Ajiyanto/detikcom)
Boyolali -

Setelah beberapa bulan sempat kosong, Rumah Sakit Darurat COVID-19 (RSDC) Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah kini terisi kembali. Seiring terus meningkatnya kasus Corona saat ini, Pemkab Boyolali akan mengoptimalkan RSDC.

"Ini sudah (RSDC terisi pasien lagi). Informasi kemarin sudah terisi 4 terus tambah satu," kata Bupati Boyolali, Mohammad Said Hidayat, ditemui usai mengikuti Rapat Paripurna di Gedung DPRD Boyolali, Rabu (16/6/2021).

Bupati mengakui kasus Corona di Boyolali mengalami peningkatan. Untuk penanganan ini, Said menyatakan belum akan membuat karantina terpusat. Namun RSDC yang menempati Rusunawa di Kelurahan Kemiri, Kecamatan Mojosongo ini akan dioptimalkan.

Disamping itu, pihaknya juga meminta Sekda Boyolali untuk melakukan inventarisasi di wilayah per kecamatan, tempat-tempat yang bisa digunakan untuk isolasi pasien Corona dari warga lingkungan terdekat.

"Setelah terinventarisir maka nanti baru bisa kita lakukan penghitungan perencanaan yang jauh lebih matang. Karena ini kan juga menyangkut tenaga kesehatannya, SDM-nya dan sebagainya. Tempat ada, tapi kita juga harus berpikir secara keseluruhan," jelas Said.

Sementara itu jumlah kasus COVID-19 di Kabupaten Boyolali, hari ini mengalami peningkatan. Dilihat detikcom dari website resmi Dinas Kesehatan Boyolali, https://dinkes.boyolali.go.id/covid19 update data terakhir per tanggal 16 Juni 2021 pukul 15.00 WIB, terdapat kasus aktif Corona di Boyolali sebanyak 726. Rinciannya 161 orang dirawat dan 565 orang menjalani isolasi mandiri.

Sebelumnya, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengungkap ada delapan daerah di wilayahnya yang menjadi zona merah Corona. Delapan daerah itu yakni Kabupaten Kudus, Demak, Pati, Jepara, Tegal, Brebes, Grobogan, dan Sragen.

"Tidak perlu status siaga, wong sudah ada aturan PPKM-nya kok. Tinggal kalau sudah terjadi penyebaran COVID-19 masyarakatnya tinggal lockdown mikro, lockdown mikro," ujar Ganjar Pranowo pada wartawan usai mengecek isolasi mandiri di zona merah Desa Tijayan, Kecamatan Manisrenggo, Klaten, Rabu (16/6).

Lihat Video: 35 Santri di Boyolali Kena Corona Usai Terima Tamu dari Kudus

[Gambas:Video 20detik]



(sip/ams)