Cerita Ganjar Ditegur Kominfo India Gegara Temuan Varian Delta di Kudus

Dian Utoro Aji - detikNews
Rabu, 16 Jun 2021 16:30 WIB
Gubernur Jawa Ganjar Pranowo saat kunker ke Kudus, Minggu (13/6/2021)
Gubernur Jawa Ganjar Pranowo saat berkunjung ke Kudus, Minggu (13/6/2021) Foto: Dian Utoro Aji/detikcom
Kudus -

Virus Corona (COVID-19) varian baru B1617.2 atau delta yang disebut berasal dari India ditemukan di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo pun bercerita mendapatkan surat komplain dari Kominfo India, karena merasa di sana tidak ada varian tersebut.

"Baru saja mendapatkan surat via WA oleh seorang anggota DPR RI kepada saya. 'Mas Ganjar, ini sebenarnya di Kudus varian apa?' 'Lho kenapa?', 'Ini ada surat dari Kementerian Kominfo India yang mengatakan bahwa tidak ada varian baru di India'," kata Ganjar saat berbicara saat menjadi narasumber di acara webinar tentang varian virus Corona delta di Kudus yang digelar UGM via daring, Rabu (16/6/2021).

"Tidak ada, maka semua yang dituliskan di medsos untuk di-take down gitu kira-kira suratnya," sambung dia.

Hal itu diceritakan Ganjar sebelum mulai menjelaskan tentang lonjakan kasus Corona di Kudus. Ganjar menyebut pihaknya telah berkoordinasi dengan Pemkab Kudus tentang lonjakan kasus COVID-19 awal pekan ini.

"Pada Senin (14/6) lalu kita lakukan evaluasi bersama rapat ya, kami mencoba melakukan pengumpulan informasi dari pakar, dari pemandu kepentingan saat ini. Memang kondisi seperti ini kita mencoba mengendalikan COVID ini, sebelum Lebaran sudah turun, rumah sakit tempat tidurnya baik ICU isolasi kita konversi ke pasien umum," ucap Ganjar.

Kenaikan Kasus COVID Dimulai Usai Lebaran

Ganjar menyebut sebelum Ramadhan kasus COVID-19 di Jawa Tengah menurun, bahkan sejumlah rumah sakit sudah ada yang mengalihkan ruang isolasi menjadi ruangan umum. Namun pasca-Lebaran kasus COVID-19 mulai meledak lagi, khususnya di Kudus.

"Kudus itu unik, karena terjadi peningkatan yang eksponensial bikin kita panik, Pemkab Kudus juga panik, maka manajemen di rumah sakit biasa saja tidak pernah berpikir luar biasa. Gempuran pasien luar biasa bikin panik," ungkapnya.

Kala itu, kata Ganjar, banyak warga yang dirawat di rumah sakit. Bahkan banyak rumah sakit di Kudus yang menolak pasien karena kondisinya sudah penuh.

"Faktanya ketika banyak masyarakat terpapar, banyak masyarakat ke rumah sakit, maka pada saat itulah problem itu muncul. Rumah sakit menjadi panik akhirnya berita, maka antrean di depan ICU yang meninggal tidak bisa dikubur, itu pemerintah permasalahannya memang teknis," terang Ganjar Pranowo.

Selanjutnya cerita soal dugaan kemunculan varian baru Corona di Kudus....

Lihat Video: Mengenal Varian Corona 'Delta' India yang Mendominasi di Jakarta-Kudus

[Gambas:Video 20detik]




Selanjutnya
Halaman
1 2