Waspada! 8 Daerah di Jateng Jadi Zona Merah Corona, Ini Datanya

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Rabu, 16 Jun 2021 13:42 WIB
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat sidak di RSUD Kartini Jepara, Selasa (16/5/2021).
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat sidak di RSUD Kartini Jepara, Selasa (16/5/2021). (Foto: dok Humas Pemprov Jateng)
Semarang -

Sebanyak delapan kabupaten dan kota di Jawa Tengah kini menjadi zona merah penyebaran virus Corona atau COVID-19. Berdasarkan data Pemprov Jateng, Kabupaten Kudus masih di posisi pertama.

"Sampai dengan kemarin ada 8 (zona merah). Dan kemudian kita mengajak seluruh bupati, walikota untuk kompak," ujar Gubernur Jateng Ganjar Pranowo usai mengecek isolasi mandiri di zona merah Desa Tijayan, Kecamatan Manisrenggo, Klaten, Rabu (16/6/2021).

Ganjar menyebut zona merah Jateng saat ini berada di Kabupaten Kudus, Jepara, Pati, Grobogan, Tegal, Brebes, Sragen, dan Demak.

"Kudus, Demak, Grobogan, Jepara, Pati, Brebes, Tegal, Sragen. Sragen dan Wonogiri bolak balik, kemarin Sragen Sempat oranye dan Wonogiri merah tapi saya belum tahu perkembangan terakhir," rincinya.

Jika dikutip dari https://corona.jatengprov.go.id yang diperbarui pukul 12.00 WIB, maka jumlah kasus Corona yang dirawat dan isolasi mandiri di zona merah yaitu:

-Kudus : 2.124 orang
-Sragen : 886 orang
-Demak : 800 orang
-Jepara : 398 orang
-Brebes : 391 orang
-Tegal : 607 orang
-Grobogan : 337 orang
-Pati : 238 orang

Untuk diketahui, pasca libur Lebaran angka kasus COVID-19 di Jateng meningkat. Peningkatan tertinggi ada di Kabupaten Kudus. Bahkan dari hasil sampel diketahui sudah ada varian baru COVID-19 dari India yaitu varian Delta.

Dari data https://corona.jatengprov.go.id tercatat saat ini kasus terkonfirmasi COVID-19 di Jateng sebanyak 15.395 kasus. Total terkonfirmasi termasuk sembuh dan meninggal sejak awal COVID yaitu mencapai 223.747 kasus. Angka kesembuhannya yaitu 194.074 kasus sedangkan angka kematian mencapai 14.278 kasus.

Sebelumnya, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi atau yang akrab disapa Hendi menjelaskan data hari Selasa (15/6) kemarin ada 1.347 orang terkonfirmasi Corona di Semarang yang terdiri dari pasien dalam Kota dan luar kota yang datang ke Semarang.

"COVID sekarang di Semarang 1.347 pasien COVID. 797 warga Semarang, dari luar Semarang 550. Dua minggu ini kenaikan luar biasa. Kita tahu Lebaran sehari dua hari angka 200-300, sekarang warga Semarang saja sudah 797," kata Hendi di kantornya, Selasa (15/6/2021).

Rumah dinas Wali Kota Semarang yang jadi tempat isolasi terpusat memang diakui sempat mengalami antrean. Namun menurut Hendi hal itu fluktuatif karena tingkat kesembuhan sebenarnya tinggi.

"Itu fluktuatif. Jadi ada salah satu kerabat saya mau isolasi di sana. Saya telepon Pak Hakam (Kadinkes Semarang). Ini kok tadi malam kerabat saya mau masuk penuh, benar. Tapi paginya ada yang keluar 80 orang," ujarnya.

(sip/mbr)