Round-Up

Kasus Corona Meningkat, Rumah Sakit di Semarang Nyaris Tak Muat

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Rabu, 16 Jun 2021 08:18 WIB
Petugas medis mempersiapkan ruangan yang akan digunakan untuk pasien COVID-19 di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta, Kamis (30/4/2020). Peralatan medis ini didatangkan oleh CT Corp, bersama Bank Mega serta dukungan Indofood dan Astra Group.
Ilustrasi (Foto: Rifkianto Nugroho)
Semarang -

Peningkatan kasus COVID-19 di Kota Semarang terjadi sehingga tempat isolasi hingga IGD di rumah sakit sempat penuh. Penambahan ruang isolasi pun dikebut agar sebuah bisa tertangani.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi atau yang akrab disapa Hendi menjelaskan data hari Selasa (15/6) kemarin ada 1.347 orang terkonfirmasi Corona di Semarang yang terdiri dari pasien dalam Kota dan luar kota yang datang ke Semarang.

"COVID sekarang di Semarang 1.347 pasien COVID. 797 warga Semarang, dari luar Semarang 550. Dua minggu ini kenaikan luar biasa. Kita tahu Lebaran sehari dua hari angka 200-300, sekarang warga Semarang saja sudah 797," kata Hendi di kantornya, Selasa (15/6/2021).

Rumah dinas Wali Kota Semarang yang jadi tempat isolasi terpusat memang diakui sempat mengalami antrean. Namun menurut Hendi hal itu fluktuatif karena tingkat kesembuhan sebenarnya tinggi.

"Itu fluktuatif. Jadi ada salah satu kerabat saya mau isolasi di sana. Saya telepon Pak Hakam (Kadinkes Semarang). Ini kok tadi malam kerabat saya mau masuk penuh, benar. Tapi paginya ada yang keluar 80 orang," ujarnya.

Hendi menyebut tingkat keterisian bed atau bed occupancy rate (BOR) penanganan Corona di Kota Semarang bahkan mencapai 82 persen dari total 1.771 tempat tidur. Upaya penambahan BOR sudah dilakukan dengan membuka Islamic Center dengan kapasitas 120 orang, namun ternyata masih butuh tambahan.

Penambahan diupayakan salah satunya sudah ada tawaran dari UIN dengan kapasitas 200 pasien, kemudian ada juga bangunan rumah sakit baru yang belum keluar izin operasi akan dimanfaatkan dulu untuk isolasi dengan kapasitas 100 pasien, kemudian juga ada salah satu gereja di kawasan Pantai Marina dengan kapasitas 50 orang ditambah gedung diklat Kota Semarang yang akan kembali difungsikan untuk isolasi dengan kapasitas 100 pasien.

"Berarti sudah ada tambahan 450. BOR ini 82 persen, nanti dengan tambahan 450 BOR bisa turun. Sekarang itu ada RS yang hampir 100 persen, kalau ICU sudah ada yang 100 persen," tandasnya.

Simak video 'Daftar 15 Daerah dengan Kasus Tertinggi di Indonesia':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2