Blak-blakan Ojol Solo yang Viralkan Diri Jadi Tersangka Usai Antar Miras

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Selasa, 15 Jun 2021 17:56 WIB
Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka temui driver ojol yang viral jadi tersangka usai antar pesanan dus isi miras. Pertemuan digelar di Balai Kota Solo, Selasa (15/6/2021).
Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka temui driver ojol yang viral jadi tersangka usai antar pesanan dus isi miras. (Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom)
Solo -

Kisah driver ojek online (ojol) di Solo, Andri (36) viral setelah ditangkap polisi karena mengantarkan pesanan barang yang ternyata berisi minuman keras (miras). Andri pun buka suara alasan dirinya memviralkan kejadian itu.

Andri mengungkapkan hal tersebut usai bertemu dengan Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, hari ini. Andri ditemani rekannya, Haikal (21) dan perwakilan Gojek.

Warga Kecamatan Laweyan, Solo itu mengaku panik karena sesaat setelah kejadian penangkapan dirinya lalu dibawa ke kantor polisi. Setelah diperiksa, dia diminta menandatangani surat yang tertulis bahwa dirinya sebagai tersangka.

"Kita kan waktu itu lihat kok masuknya ke kantor polisi. Kita kan juga bingung, mau pulang kita ya udah, tanda tangan itu. Kita lihat di rumah kok begini (jadi tersangka)," kata Andri di depan kantor Wali Kota Solo, Selasa (15/6/2021).

Karena panik, dia pun ingin memviralkan kisahnya di media sosial. Namun Andri mengatakan bahwa dirinya ternyata tidak menjadi tersangka dan hanya berstatus saksi.

"Karena waktu itu kita menjadi tersangka ya. Sudah diselesaikan dan tidak menjadi tersangka dan tidak wajib lapor, itu sudah selesai kita. Sudah diselesaikan satgas Gojek," ujarnya.

Dia pun memastikan tidak ada tindak kekerasan yang dilakukan aparat kepolisian. Bahkan dirinya mendapatkan tali asih sebagai ganti rugi telah mengeluarkan uang Rp 375 ribu dalam menjalankan pesanan tersebut.

Sementara itu, Haikal menjelaskan bahwa selaku ojol tidak berani membuka isi barang yang harus diantarkan. Sebab sesuai prosedur, ojol hanya mengantarkan barang.

"Tugas driver di sini ketika melayani GoShop hanya membelikan dan mengantarkan. Apabila kita membuka, itu merupakan kesalahan dari driver. Tidak menjadi kewenangan driver," kata Haikal.

Antisipasi agar tidak terjadi lagi, Haikal mengatakan ojol harus semakin berhati-hati. Ojol diminta bertanya terlebih dahulu kepada pengirim untuk memastikan barang sesuai dengan deskripsi.

"Tetap berhati-hati dan tetap teliti tentunya. Sebelum melanjutkan orderan tentu bertanya dulu ke pengirim atau orang yang ada di lokasi awal," tutupnya.

(sip/ams)