Waspada Varian Baru Corona, Solo Siapkan STP dan Hotel untuk Karantina

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Senin, 14 Jun 2021 18:53 WIB
Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, Kamis (27/5/2021).
Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, Kamis (27/5/2021). Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom
Solo -

Pemkot Solo mewaspadai varian Corona B1617.2 atau varian delta dari India seiring masuknya pasien COVID-19 dari Kudus ke Solo. Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka menyebut akan memindahkan lokasi karantina dari Donohudan ke Solo.

Seperti diketahui, dari lonjakan kasus Corona di Kudus, Jateng, terungkap temuan varian Corona B1617.2. Sementara banyak warga positif COVID-19 asal Kudus yang dibawa ke Solo Raya, baik dikarantina di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, maupun dirawat di rumah sakit.

"Solo belum (belum ada kasus varian baru Corona). Kalau Solo Raya iya, tapi kalau Solo belum ada berita. Testing kita masifkan lagi, kita antisipasi," kata Gibran saat dijumpai di Balai Kota Solo, Senin (14/6/2021).

Salah satu antisipasinya ialah dengan memisahkan warga positif COVID-19 asal Solo Raya dengan warga Kudus yang sama-sama dikarantina di Asrama Haji Donohudan. Dia juga menyiapkan Solo Technopark (STP) hingga hotel-hotel untuk lokasi karantina.

"Khusus untuk warga Solo tempat karantina terpisah. Warga Solo yang di Donohudan biar diselesaikan dulu. Kalau yang baru nanti di lokasi terpisah. Kita siapkan STP, kalau penuh kita siapkan hotel," kata dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Solo, Siti Wahyuningsih, mengingatkan masyarakat tetap harus waspada dengan varian Corona apapun. Terkait adanya varian baru di Solo, dia mengaku masih dalam proses pengiriman sampel.

"10 sampel dari rumah sakit sedang diuji. Hasilnya belum keluar," kata Ning, sapaannya.

Dia meminta agar masyarakat bersama-sama ikut proaktif dan membentengi diri dari penularan COVID-19 dengan cara mematuhi protokol kesehatan. Selain itu, Satgas Jogo Tonggo juga diminta aktif memantau aktivitas warga pendatang.

"Intinya masyarakat harus patuh protokol kesehatan. Kemudian Satgas Jogo Tonggo itu juga diaktifkan kembali. Tidak usah ada yang menginap dulu dari luar kota," tutupnya.

(rih/ams)