Sepinya Kudus pada Hari Pertama 'Sepekan di Rumah Saja'

Dian Utoro Aji - detikNews
Senin, 14 Jun 2021 11:10 WIB
Suasana Kudus pada hari pertama Di Rumah Saja, Senin (14/6/2021).
Suasana Kudus pada hari pertama 'Di Rumah Saja', Senin (14/6/2021). (Foto: Dian Utoro Aji/detikcom)
Kudus -

Warga di Kudus, Jawa Tengah diimbau tetap di rumah saja selama sepekan guna memutus penyebaran virus Corona atau COVID-19. Apalagi ditemukan varian baru B1617.2 atau varian Delta. Lalu bagaimana kondisi Kudus terkini?

Dari pantauan di sejumlah pusat keramaian masih buka, Senin (14/6) pukul 09.30 WIB. Pertama di Pasar Kliwon Kudus masih buka. Meski demikian pantauan di lokasi tampak sepi. Warga yang pergi ke pasar pun terlihat memakai masker. Di depan pintu masuk pasar pun terdapat petugas yang berjaga.

Lalu berjalan di kawasan Simpang Tujuh Kudus, arus lalu lintas warga yang melintas masih ramai. Meski demikian terlihat warga yang melintas memakai masker.

Selanjutnya di Taman Bojana pusat oleh-oleh khas Kudus ditutup sementara. Di depan pintu masuk terdapat portal yang menghadang.

Suasana sepi juga sama terlihat di kawasan Menara, Masjid, dan Makam Sunan Kudus. Warga yang melintas di depan Menara pun terlihat sepi, hanya beberapa orang saja. Sedangkan di pusat oleh-oleh di kawasan Menara Kudus tampak sudah mulai buka. Namun juga terlihat sepi.

Diberitakan sebelumnya, pemerintah Kabupaten Kudus mengambil kebijakan tetap di rumah saja selama sepekan. Hal tersebut bertujuan untuk mengurangi penularan COVID-19 varian Corona B1617.2 atau delta yang berasal dari India.

Imbauan di rumah saja terhitung sejak Senin (14/6) sampai dengan Minggu (20/6).

"Iya sudah ada surat edarannya. Sudah lewat media sosial sudah diperintahkan untuk disosialisasikan," jelas Plh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, Mas'ut kepada wartawan dalam keterangan tertulis, Minggu (13/6).

Bupati Kudus Hartopo sebelumnya juga mengatakan untuk sektor perekonomian tidak ditutup. Hanya warga diminta setelah bekerja untuk segera kembali di rumah dan tidak berkerumun.

"Pasar, sektor perekonomian tidak akan tutup tapi SOP dijalankan terkait ada satgasnya, kapasitas diperhatikan, kalau pasar banyak pintu maka dibuka yang harus ada satgasnya. Ada satgas di luar untuk screening, dan di dalamnya memperhatikan juga," tambah Hartopo ditemui di Pendapa Kabupaten Kudus, Minggu (13/6).

(sip/mbr)