Gunungkidul Punya Ajang Balapan Buat Sopir Truk Hobi Ugal-ugalan, Cek!

Pradito Rida Pertana - detikNews
Minggu, 13 Jun 2021 15:03 WIB
VSC New Normal Drag Race 2021 buka kelas untuk sopir truk hobi ugal-ugalan, Gunungkidul, Minggu (13/6/2021).
VSC New Normal Drag Race 2021 buka kelas untuk sopir truk hobi ugal-ugalan, Gunungkidul, Minggu (13/6/2021). (Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom)
Gunungkidul -

Belasan truk beradu cepat dalam gelaran VSC New Normal Drag Race 2021 di lapangan terbang Gading, Kalurahan Gading, Kapanewon, Playen, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Salah satu kelas di event tersebut sengaja dibuka sebagai wadah bagi sopir-sopir truk yang hobi balapan untuk unjuk gigi.

Ketua Venture Sport Club (VSC) Yogyakarta Najib M Saleh mengatakan, bahwa drag race untuk truk berlangsung kemarin Sabtu (12/6/2021). Dia menyebut ada alasan khusus mengapa hanya membuka kelas yang terbilang unik itu untuk hari Sabtu saja.

"Cuma sehari kemarin, jadi kita bikin 1 hari. Karena pertimbangannya kalau ada peserta yang kerja Hari Senin kan Minggunya bisa istirahat dan Senin bisa segar lagi, gitu," katanya kepada detikcom, Minggu (13/6/2021).

Menurutnya, ada 17 kelas yang dilombakan dalam VSC New Normal Drag Race 2021 yang salah satunya adalah kelas drag truk. Di mana kelas untuk truk itu baru pertama kali dibuka selama bergulirnya event VSC.

"Jadi memang ada 17 kelas yang dibuka dan salah satunya baru untuk pertama kalinya yaitu truk itu," ujarnya.

Menyoal alasannya mengadakan balapan trek lurus untuk truk, Najib mengaku karena berkaca dari banyaknya truk yang kerap melaju secara ugal-ugalan di jalanan. Dari situ dia ingin membuat wadah bagi sopir-sopir truk agar ke depannya tidak ugal-ugalan di jalan raya.

"Karena saya pernah ngomong, ketika ada yang ugal-ugalan di jalan segala macem itu mungkin hobinya balapan dan kenapa tidak kita lombakan aja sekalian," katanya.

"Tapi ya itu, kalau hanya 2-3 belum bisa dan akhirnya kemarin terkumpul 12 peserta. Nah, untuk pertama kali dibuka ini tentu menarik. Artinya mereka memang butuh wadah untuk menyalurkan hobinya itu dan kelihatannya terus menjadi menarik buat yang lain-lain," lanjut Najib.

Dia melanjutkan, ada 12 peserta berasal dari Yogyakarta. Dia mengaku pihaknya baru memutuskan membuka kelas truk beberapa hari sebelum event. Namun menurutnya antusiasme peserta cukup bagus.

"Untuk peserta kemarin sementara dari Yogyakarta, karena kita juga mendadak bukanya (kelas truk), menjelang 2-3 hari event baru dipublikasikan. Sehingga yang lain mau datang sudah telat, padahal ada dari Jawa Tengah sampai Malang mau ikut," ucapnya.

Ke depannya bakal ada kelas modifikasi...

Simak juga 'Sultan HB X Ungkap Penyebab Naiknya Kasus Corona di Yogya':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2