Urban Legend

Kisah Kiai Melati, Sosok di Balik Cikal Bakal Nama Kota Klaten

Achmad Syauqi - detikNews
Minggu, 13 Jun 2021 11:24 WIB
Makam Kiai Melati di Sekalekan, Klaten, Minggu (13/6/2021).
Makam Kiai Melati di Sekalekan, Klaten, Minggu (13/6/2021). (Foto: Achmad Syauqi/detikcom)

Untuk berziarah, kata Kun, tidak ada syarat atau tata cara aneh-aneh. Dia mengungkap biasanya yang dilantunkan para peziarah yakni surat Al Fatihah, Al Ikhlas, Al Falaq dan An-Nas.

"Yang datang ke sini saya arahkan jangan minta pada yang dikubur tapi mintalah tetap pada Allah. Jika mendoakan yang dimakamkan dapat kebaikan, kabulnya doa itu buah kebaikan mendoakan," sambung Kun.

Kabid Kebudayaan Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Pemkab Klaten Yuli Budi Susilowati menambahkan, ada dua versi cerita Kiai Melati menjadi awal nama Klaten. Versi pertama, Kiai Melati menanam bunga melati di sekitar tempat tinggalnya.

"Ada dua versi cerita yang keduanya soal Kiai Melati. Satu kisah menceritakan di sekitar tempat tinggal Kiai Melati itu dijadikan kebun bunga melati, lalu disebut Mlati, Mlaten, kemudian dikenal sebagai Klaten," jelas Yuli pada detikcom.

Cerita versi kedua, jelas Yuli, memang dari nama Kiai Melati sendiri. Dari nama itulah berubah jadi Mlati, Klati dan menjadi Klaten.

"Kisah kedua dari kata Mlati menjadi Klathi dan akhirnya menjadi Klaten. Kiai Mlati ini diyakini sebagai ulama pada masa mataram yang merupakan salah satu penyebar agama Islam," ungkap Yuli.

Penelusuran detikcom pada website Pemkab, klatenkab.go.id dituliskan Kiai Melati dan istrinya merupakan abadi dalem keraton dengan tugas menyerahkan bunga melati (Serat Narpawada 1919: 1921). Guna memenuhi kebutuhan bunga itu keduanya menanam di sawah milik Raden Ayu Mangunkusumo, istri Tumenggung Mangunkusumo, pejabat bupati.

"Kiai dan Nyai Mlati menanami sawah milik Raden Ayu Mangunkusuma, istri Raden Tumenggung Mangunkusuma yang saat itu menjabat sebagai bupati pulisi, yang kemudian dipindah tugaskan istana menjadi Wakil Patih Pringgalaya di Surakarta," tulis situs tersebut.


(sip/sip)