Mayat Pria Ditemukan di Tebing Pantai Ngluwen, Diduga Wisatawan Hanyut

Pradito Rida Pertana - detikNews
Sabtu, 12 Jun 2021 10:20 WIB
Evakuasi mayat pria di Pantai Ngluwen Gunungkidul, Sabtu (12/6/2021) dini hari
Evakuasi mayat pria di Pantai Ngluwen Gunungkidul, Sabtu (12/6/2021) dini hari (Foto: dok. SAR Gunungkidul)
Gunungkidul -

Tim SAR Satlinmas Wilayah II Kabupaten Gunungkidul mengevakuasi sesosok mayat di kawasan Pantai Ngluwen, Kapanewon Saptosari, Kabupaten Gunungkidul. Mayat berjenis kelamin pria ini diduga wisatawan yang hilang terseret ombak dua pekan lalu.

Penemuan mayat itu bermula dari laporan Dukuh Bedalo, Kalurahan Krambilsawit, Kapanewon Saptosari soal sosok mencurigakan di bebatuan sekitar Pantai Ngluwen, Jumat (11/6) malam. Tim SAR yang mendapat laporan itu langsung menuju ke lokasi.

"Tapi pas di Pantai Ngluwen kami belum bisa mengevakuasi karena medannya terjal ditambah gelombang tinggi," ucap Koordinator SAR Satlinmas Wilayah II Gunungkidul Marjono saat dihubungi wartawan, Sabtu (12/6/2021).

Kendala medan terjal dan gelombang tinggi itu sempat menghambat proses evakuasi mayat tersebut. Mayat pria itu akhirnya bisa dievakuasi Sabtu (12/6) dini hari tadi dalam kondisi yang tidak utuh.

"Korban baru berhasil dievakuasi Sabtu (12/6) dini hari karena medan sangat sulit dan harus menunggu gelombang surut dulu," terangnya.

Marjono menduga penemuan mayat itu merupakan wisatawan yang hilang pada Minggu (30/5) lalu. Namun, untuk memastikannya mayat pria itu sudah dievakuasi ke RSUD Wonosari untuk pemeriksaan lebih lanjut.

"Masih dugaan dan untuk data masih menunggu dari Tim DVI, yang jelas jenis kelaminnya laki-laki," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, TIM SAR Gabungan menghentikan pencarian Muhammad Rois Chaq (19), wisatawan yang hilang terseret ombak pada Minggu (30/5) lalu. Pencarian korban dilakukan hingga Sabtu (5/6) pekan lalu belum membuahkan hasil sehingga sesuai standard operational procedure (SOP) proses pencarian pada hari ke-7 dihentikan.

Sekretaris SAR Satlinmas Wilayah II Kabupaten Gunungkidul Surisdiyanto menyebut meski pencarian korban dihentikan pihaknya tetap melakukan pemantauan di TKP maupun pantai-pantai di sepanjang Gunungkidul.

"Yang jelas kami akan selalu memonitor informasi dari warga masyarakat dan warga nelayan yang beraktivitas di laut," ujar Surisdiyanto beberapa waktu lalu.

(ams/ams)