Pencarian 1 Wisatawan Terseret Ombak Pantai Ngluwen Gunungkidul Disetop

Pradito Rida Pertana - detikNews
Minggu, 06 Jun 2021 18:22 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi. Foto: (Thinkstock)
Gunungkidul -

Tim SAR gabungan menghentikan pencarian terhadap Muhammad Rois Chaq (19), wisatawan yang terseret ombak di Pantai Ngluwen, Kabupaten Gunungkidul, pada Minggu (30/5) lalu. Kendati demikian tim SAR masih melakukan pemantauan jika ada informasi terkait keberadaan korban.

Sekretaris SAR Satlinmas Wilayah II Gunungkidul Surisdiyanto mengatakan, tim SAR gabungan telah berupaya semaksimal mungkin selama 7 hari pencarian. Namun, ada kendala seperti gelombang laut tinggi dan arus laut cukup deras mengarah ke tengah dan timur dari lokasi hilangnya korban.

"Memang medannya cukup sulit, apalagi tebingnya yang curam-curam," kata Surisdiyanto saat dihubungi wartawan, Minggu (6/6/2021).

Dijelaskannya, hingga Sabtu (5/6) kemarin tim SAR tak kunjung menemukan Rois. Mengingat sudah memasuki tujuh hari pencarian, sesuai standar operasional prosedur (SOP) maka operasi dihentikan.

"SAR gabungan sudah menghentikan pencarian pada Sabtu (5/6) sore," ucapnya.

Akan tetapi, pihaknya tetap melakukan pemantauan di sekitar TKP maupun di pantai-pantai yang ada di Kabupaten Gunungkidul. Selain itu jika ada nelayan yang menemukan Rois agar segera menghubungi tim SAR.

"Yang jelas kami akan selalu memonitor informasi dari warga masyarakat dan warga nelayan yang beraktivitas di laut," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, dua wisatawan hilang terseret ombak di Pantai Ngluwen, Kalurahan Krambil Sawit, Kapanewon Saptosari, Gunungkidul, Minggu (30/5). Satu wisatawan berhasil dievakuasi dengan kondisi meninggal dunia dan satu wisatawan lagi masih dalam pencarian tim SAR.

Koordinator SAR Satlinmas Wilayah II Kabupaten Gunungkidul Marjono mengatakan, kejadian berawal saat Derbita Nadifa Shafira (19) warga Desa Bakipandeyan, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah dan Muhammad Rois Chaq (19) warga Nitikan, Kalurahan Sorosutan, Kemantren Umbulharjo, Kota Yogyakarta camping di pinggir pantai. Selanjutnya dua wisatawan itu bermain air saat gelombang pasang pagi.

"Karena gelombang pasang keduanya terseret ke tengah laut," kata Marjono saat dihubungi wartawan, Minggu (30/5).

Mengetahui kejadian tersebut, warga sekitar langsung melakukan pertolongan. Mereka melakukan evakuasi menggunakan perahu milik salah satu nelayan di pantai tersebut.

"Satu korban yaitu Derbita berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Sedangkan satu lagi masih dalam pencarian," ucap Marjono saat itu.

(rih/rih)