Izin McDonald's Yogya Terancam Dicabut Jika Lakukan Ini

Heri Susanto - detikNews
Jumat, 11 Jun 2021 16:32 WIB
Puluhan gerai McD di Jakarta disanksi imbas kerumunan pesanan BTS Meal McD kemarin. Total ada 32 gerai McD di Ibu Kota yang kena sanksi.
Ilustrasi McDonald's Foto: Grandyos Zafna
Yogyakarta -

Satpol PP DIY telah memanggil manajemen McDonald's terkait menu BTS Meal yang memicu kerumunan. Salah seorang kepala cabang yang membawahi seluruh gerai McD DIY menyatakan siap ditutup paksa jika kembali memicu kerumunan.

Hal itu tertuang dalam surat pernyataan yang pada intinya tidak akan mengulangi pelanggaran protokol kesehatan (prokes). Pihak manajemen McD juga menyatakan siap ditutup paksa jika terjadi kerumunan lagi.

"Hadir satu orang yang membawahi seluruh gerai McD se-DIY. Ia menandatangani surat pernyataan dan jika mengulangi siap ditutup paksa," kata Kepala Satpol PP DIY Noviar Rahmad di Kompleks Kepatihan, Kemantren Danurejan, Jumat (11/6/2021).

Noviar menuturkan dalam Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 77 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian CoViD-19 bakal dijatuhi sanksi penutupan sementara. Jika kembali mengulangi pelanggaran tersebut, McDonald's DIY terancam penutupan sementara. Sedangkan sanksi yang telah diberikan kepada McD DIY saat ini yaitu peringatan tertulis.

"Jika ditutup sementara tiga hari masih mengulangi lagi ya dicabut izinnya atau ditutup permanen," kata Noviar.

Dari pemanggilan tersebut, pihak manajemen Mc Donald's Yogyakarta mengaku langsung menutup aplikasi pemesanan usai antrean driver ojek online (ojol) viral. Menurut pengakuan manajemen, penutupan aplikasi masih berlangsung sampai saat ini.

"Sampai saat ini (aplikasi pemesanan online) masih ditutup pengakuan mereka, karena Satgas Pusat juga memberikan peringatan keras," jelas Noviar.

Setelah penandatanganan surat pernyataan itu, menurut Noviar, Satpol PP tindak lanjutnya hanya mengawasi. Jika kembali terjadi kerumunan di gerai-gerai McD dipastikan akan langsung melakukan penutupan paksa.

"Sama dengan yang sudah kami lakukan. Sejak Januari sudah ada 158 restoran dan kafe yang kami tutup sementara," jelasnya.

(ams/sip)