Kasus Corona Nanjak, Pemkot Semarang Siapkan Hotel untuk Isolasi

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Kamis, 10 Jun 2021 17:12 WIB
COVID-19 Health insurance concept. Blurring of hand holding pen and Stethoscope on health form. Focus on
Ilustrasi Corona (Foto: Getty Images/iStockphoto/farosofa)
Semarang -

Pemerintah Kota Semarang menggandeng hotel di Semarang untuk mulai bersiap melakukan antisipasi terjadinya lonjakan pasien virus Corona atau COVID-19. Kamar hotel akan disiapkan jika bed occupancy rate (BOR) di Kota Semarang penuh.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi dan jajaran forkopimda sudah melakukan pertemuan dengan PHRI dan juga pengelola hotel di Semarang. Hal itu untuk memastikan kesanggupan hotel dijadikan tempat isolasi jika diperlukan.

"Jadi forkopimda mengumpulkan teman-teman PHRI dan pengelola hotel termasuk GM. Ini langkah kontingensi, cadangan, kalau sewaktu-waktu BOR di Kota Semarang baik rumah sakit dan rumah dinas (tempat isolasi) sudah penuh. Jadi siapkan ruang berupa kamar, dalam hal ini hotel," kata Hendrar di Balai Kota Semarang, Kamis (10/6/2021).

Ia menjelaskan memang ada pihak hotel yang tidak berkenan namun banyak yang siap jika memang diperlukan oleh pemerintah untuk membantu penanganan COVID-19.

"Secara umum kalau diperlukan oleh pemerintah dan negara mereka bersedia dengan kompensasi yang sesuai hak dan kewajiban," ujar pria yang akrab disapa Hendi itu.

Hendi menjelaskan memang ada peningkatan jumlah pasien COVID-19 di Kota Semarang pascalibur lebaran. Dia menjelaskan data hari kemarin ada 1.068 terkonfirmasi Corona. Dari jumlah itu sekitar 490 pasien berasal dari luar daerah termasuk Kabupaten Kudus.

"Kami sadari pascalibur lebaran (kasus corona) merangkak naik. Dibantu teman-teman Polri-TNI terus lakukan pengetatan di tingkat mikro zonasi. Mudah-mudahan penderita turun dan yang kena gejala turun jumlahnya," tandas Hendi.

Untuk diketahui, kapasitas BOR di Kota Semarang termasuk ICU ada 1.437 bed. Hendi mengatakan saat ini sudah terisi sekitar 66 persen. Selain menyiapkan hotel, Pemkot Semarang juga sudah membuka Islamic Center sebagai tempat isolasi.

"Sudah 66 persen. Ini tambah di Islamic Center milik Kemenag yang dikelola Pemkot termasuk nakesnya. Ada 120 kamar. Kalau terisi penuh ada cadangan di gedung diklat. Kalau ini (Islamic Center) penuh ya masih punya cadangan diklat kapasitas 100. Kalau penuh ya teman-teman perhotelan," imbuhnya.

(rih/sip)