Penutupan Pasar-pasar Tiban Kudus Diperpanjang, Tapi Ada yang Nekat Jualan

Dian Utoro Aji - detikNews
Kamis, 10 Jun 2021 11:53 WIB
Pasar tiban dekat salah pabrik di jalan Mejobo, Kudus, Jumat (28/5/2021).
Pasar tiban dekat salah pabrik di jalan Mejobo, Kudus, Jumat (28/5/2021). (Foto: Dian Utoro Aji/detikcom)
Kudus -

Kabupaten Kudus, Jawa Tengah menjadi zona merah penyebaran virus Corona atau COVID-19. Semua pasar tiban atau dadakan yang berada dekat dengan pabrik penutupan sementara diperpanjang sampai kasus COVID-19 mereda.

"Surat sudah saya sebar, terakhir tanggal 7 Juni 2021. Sudah kami susuli dengan surat lagi sampai menunggu kondisi Kabupaten Kudus. Pengumuman lebih lanjut dari Dinas Perdagangan," Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus, Sudiharti kepada wartawan ditemui di Pendapa Kabupaten Kudus, Kamis (10/6/2021).

Sudiharti menjelaskan sebelumnya ada enam pasar tiban yang ditutup sementara sejak 28 Mei sampai 7 Juni 2021. Namun kondisi belum reda penyebaran virus Corona, sehingga penutupan sementara diperpanjang.

"Ada 6 pasar tiban yang dekat dengan pabrik," jelasnya.

Pedagang Nekat Tetap Jualan

Dia mengatakan sejauh ini masih ada pedagang yang nekat berjualan. Disebutkan pedagang harus sembunyi-sembunyi berjualan di dekat pabrik.

"Pantauan di lapangan masih adanya pekerja pabrik yang berbelanja di PKL nekat berjualan. Tapi setiap hari kami mengadakan penyisiran. Kalau saya pergi mereka kembali berdagang lagi, tapi juga ada yang tidak berjualan lagi," jelas Sudiharti.

"Tindaklanjutnya kerjasama dengan perusahaan. Kami mengimbau kepada perusahaan memberikan sanksi pekerja pabrik yang tetap membandel belanja dengan cara berkumpul di sekitarnya," sambung dia.

Dia menjelaskan sedangkan untuk pasar tradisional masih buka. Jumlah pengunjung di pasar pun menurun saat kasus penyebaran virus Corona di Kudus sedang naik tajam.

"Pasar tradisional sepi, belanja di pasar jauh berkurang, mungkin 25 persen, alhamdulillah. Pasarnya sepi, tapi patroli tetap dilakukan dari TNI-Polri. Kalau pasar tradisional bisa dilihat sepi," tutup Sudiharti.

Diberitakan sebelumnya, semua pasar tiban atau dadakan yang berada dengan pabrik di Kudus ditutup sementara. Hal tersebut dilakukan mencegah terjadinya kerumunan saat kasus Corona tengah melonjak tajam di Kudus. Pada tahap awal, penutupan pasar tiban dimulai 28 Mei sampai 7 Juni 2021.

(sip/sip)