Pedukuhan di Gunungkidul yang Lockdown Jadi Klaster, 42 Orang Kena Corona

Pradito Rida Pertana - detikNews
Rabu, 09 Jun 2021 20:22 WIB
Padukuhan Dengok II, Kalurahan Dengok, Kapanewon Playen, Gunungkidul lockdown usai puluhan warga positif COVID-19
Pedukuhan Dengok II, Kalurahan Dengok, Kapanewon Playen, Gunungkidul, lockdown usai puluhan warga positif Corona (Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom)
Gunungkidul -

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gunungkidul menyebut kasus Corona di Pedukuhan Dengok II, Kalurahan Dengok, Kapanewon Playen, yang sampai melakukan lockdown, telah disebut klaster Corona. Saat ini tercatat ada penambahan kasus positif virus Corona atau COVID-19 sehingga total menjadi 42.

"Sampun (iya, untuk kasus di Dengok sudah bisa disebut klaster)," kata Kepala Dinkes Gunungkidul Dewi Irawaty kepada wartawan, Rabu (9/6/2021).

Menyoal penyebutan klaster apa, Dewi mengaku pihaknya belum bisa menamainya. Namun, jumlah kasus positif Corona di pedukuhan tersebut saat ini terus bertambah.

"Total 42 orang positif," ujarnya.

Terkait penanganan untuk klaster Corona tersebut, Dinkes dan satgas telah melakukan berbagai langkah. Masyarakat pun juga diminta untuk selalu menerapkan 3M guna mencegah penularan Corona.

"Sudah ditangani secara prosedural. Kalo sudah terjadi memang sulit dibendung. Justru kami mohon bantuan semuanya untuk pencegahan yakni 3M-nya masyarakat diperketat," ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, puluhan warga di Pedukuhan Dengok II, Kalurahan Dengok, Kapanewon Playen, Gunungkidul, terpapar virus Corona atau COVID-19. Untuk mencegah penyebaran COVID-19 meluas, pedukuhan ini melakukan lockdown lokal.

Kasus di pedukuhan ini berawal saat salah seorang warga meninggal usai dirawat karena terkonfirmasi COVID-19. Setelah itu, Satgas COVID-19 setempat melakukan tracing dengan swab test antigen terhadap keluarga yang bersangkutan dan hasilnya negatif.

"Tapi sore harinya ada salah seorang keluarga mengalami sesak napas, dan dibawa ke rumah sakit. Setelah dilakukan swab PCR ternyata yang bersangkutan terkonfirmasi positif (COVID-19)," kata Lurah Dengok, Suyanto, saat dihubungi wartawan, Rabu (9/6).

Suyanto menyebut kontak erat yang bersangkutan langsung di-tracing dan dites swab PCR. Dari data Puskesmas Playen II, ada 27 warga yang positif Corona di wilayah Dengok II, sedangkan sisanya dari Pedukuhan Dengok I dan III.

"Jadi dari beberapa pekan terakhir total ada 30 orang warga yang terkonfirmasi positif. Sebagian besar berada di Pedukuhan Dengok II dan sebagian besar dari tracing warga meninggal terkonfirmasi positif COVID-19 pekan lalu," ucapnya.

Suyanto menerangkan akibat kasus ini, RT 07 dan RT 08 Pedukuhan Dengok II menjadi zona merah Corona, dan lainnya menjadi zona kuning. Oleh karenanya pemerintah kalurahan menerapkan lockdown di Pedukuhan Dengok II.

"Sebagai upaya saling membantu, jadi satu pedukuhan (Dengok II) kita lockdown. Penutupan ini dilakukan selama 14 hari ke depan dan untuk permakanan kita kirim dari kalurahan," katanya.

"Tapi semua itu menyesuaikan situasi juga, dan menunggu petunjuk dari Gugus tugas kapanewon serta Dinas Kesehatan," imbuh Suyanto.

(rih/mbr)