Data Penduduk Diduga Bocor di Situs Pemkab Magelang, Ganjar: Nggak Boleh!

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Senin, 07 Jun 2021 18:49 WIB
Ganjar Pranowo di Pati, 12/5/201
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo (Foto: Arif Syaefudin/detikcom)
Semarang -

Data kependudukan warga Kabupaten Magelang diduga bocor di situs Pemkab Magelang dan menjadi sorotan warganet. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo pun menyayangkan peristiwa tersebut.

Ganjar mengaku sempat ditanya soal kebocoran data yang heboh di media sosial tersebut. Ia menegaskan hal seperti itu tidak boleh terjadi karena data pribadi itu terlindungi.

"Tadi sih saya ditanyain juga, tapi prinsipnya data pribadi harus terlindungi. Makanya nggak tahu tadi (siapa) yang membocorkan, nggak boleh itu! Kecuali untuk kepentingan yang diizinkan oleh pemiliknya. Kalau dibuka semua melihat, nggak boleh," kata Ganjar di kantornya, Semarang, Senin (7/6/2021).

Untuk diketahui, dugaan kebocoran data warga Kabupaten Magelang itu viral di media sosial Twitter. Situs Pemkab Magelang diduga mengupload data kependudukan warga seperti nomor KK dan NIK.

Hal tersebut disampaikan di akun Twitter @PolJokesID dan di akun @txtdrMagelang, dalam akun itu disertakan pula tangkapan layar tentang Definisi Open Data Kabupaten Magelang.

Adapun Definisi Open Data dalam tangkapan layar itu tertulis, 'menurut open knowledge foundation, open data adalah data yang dapat digunakan secara bebas serta digunakan dan didistribusikan ulang oleh siapa saja. Definisi open data adalah: 1. Ketersediaan dan akses (availability and access) yaitu data harus tersedia dalam bentuk yang tepat dan dapat dimodifikasi. Digunakan kembali dan didistribusikan ulang (re-use and redistribution). 3. Data harus dibawah ketentuan yang mengizinkan penggunaan kembali dan pendistribusian ulang termasuk menggabungkan dengan set data lain. 4. Setiap orang dapat menggunakan, menggunakan ulang dan mendistribusikan tanpa adanya diskriminasi'.

Namun saat detikcom mengecek website opendata.magelangkab.go.id web itu tidak dapat dibuka dan ada keterangan 'situs ini tidak dapat dijangkau'. Meski demikian akun Twitter @kominfomagelang mengunggah permintaan maaf dan menjelaskan kalau peristiwa itu sedang diusut.

"Kami mohon maaf atas kesalahan data yang terunggah. Permasalahan ini sudah dalam proses tindak lanjut. Website open data merupakan sinergi dari berbagai pihak, kami akan terus berkoordinasi untuk segera mengusut dan menyelesaikan masalah ini," tulis akun Twitter @kominfomagelang.

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) juga ikut mengecek terkait peristiwa itu. Pihaknya juga sudah mengingatkan agr tidak ada data penduduk yang disebarluaskan.

"Iya sedang kami cek," kata Dirjen Dukcapil Kemendagri Zudan Arif Fakrulloh, saat dimintai konfirmasi, Senin (7/6).

"Sudah saya ingatkan ada tadi untuk tidak upload data kependudukan," imbuhnya.

(ams/rih)