Viral Pembubaran Lapak PKL di Purwokerto Disemprot Disinfektan

Arbi Anugrah - detikNews
Senin, 07 Jun 2021 16:48 WIB
Viral video pembubaran lapak PKL di sekitar Alun-alun Purwokerto, Banyumas, dengan menyemprotkan cairan disinfektan.
Viral video pembubaran lapak PKL di sekitar Alun-alun Purwokerto, Banyumas, dengan menyemprotkan cairan disinfektan. Foto: Tangkapan layar akun medsos
Banyumas -

Viral video pembubaran lapak pedagang kaki lima (PKL) di sekitar Alun-alun Kota Purwokerto oleh petugas Satpol PP dan petugas Damkar Kabupaten Banyumas. Terlihat petugas menyemprotkan cairan ke lapak PKL yang belakangan diketahui merupakan disinfektan.

Video salah satunya diunggah akun Twitter @PolPPBanyumas.

"Sabtu (5/6/21), Satpol PP Kab Banyumas melaksanakan Penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) di Jl Pengadilan Alun Alun Purwokerto dan di depan BNI 46 Purwokerto menggunakan water spray dr unit kendaraan Damkar Kab Banyumas. Selama Penertiban berlangsung aman dan tertib," tulis akun tersebut seperti dilihat detikcom, Senin (7/6/2021).

Video tersebut sudah ditonton ribuan kali dan mendapat beragam komentar. Belakangan video tersebut juga diunggah oleh akun Instagram @lambe_turah dan telah ditonton hingga 1,2 juta kali serta mendapat ribuan komentar.

"Personel dari Satuan Polisi Pamong Praja Banyumas diturunkan untuk membubarkan Pedagang Kaki Lima yang berada di sekitaran Alun-alun Purwokerto, Sabtu 5 Mei. Pembubaran dibantu pula oleh Pemadam Kebakaran Kabupaten Banyumas. Setelah mereka dibubarkan stand dan gerobak PKL juga disemprot dengan cairan disinfektan dari mobil Pemadam Kebakaran," tulis akun @lambe_turah.

Beragam komentar muncul, di antaranya ada yang mendukung penertiban itu dan ada yang menyayangkannya.

Saat dimintai konfirmasi, Kepala Satpol PP Kabupaten Banyumas, Eko Heru Surono, membenarkan kegiatan tersebut. Pasalnya sudah berkali-kali diperingatkan, PKL tetap berjualan sehingga pihaknya melakukan pembubaran secara paksa dengan dibantu oleh petugas Polresta Banyumas dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Banyumas.

"Sudah bertahun-tahun lalu mereka diperingatkan. Namun, tidak mengindahkan peringatan, hingga akhirnya mengambil tindakan tersebut," kata Eko kepada wartawan, hari ini.

Dia mengatakan bahwa sudah hampir delapan tahun para PKL diberi diperingatkan untuk pindah, tapi selalu mengulur waktu. Apalagi PKL di alun-alun dianggap menimbulkan kerumunan di tengah pandemi virus Corona atau COVID-19.

Eko juga menjelaskan penyemprotan yang terkesan represif tersebut sudah dilakukan sesuai prosedur yang baik agar tidak membahayakan manusia.

"Cairan disinfektan yang keluar itu kita kabutkan, jadi tidak membahayakan," jelasnya.

Selanjutnya, pihak PKL angkat bicara soal penertiban itu...

Selanjutnya
Halaman
1 2