Sejarah Masjid Grogol Demak, Mustaka Dipercaya Mengarah Daerah Bencana

Mochamad Saifudin - detikNews
Minggu, 06 Jun 2021 10:44 WIB
Masjid Jami Baitul Muminin atau Masjid Grogol, Demak.
Masjid Jami' Baitul Mu'minin atau Masjid Grogol, Demak. (Foto: Mochamad Saifudin/detikcom)
Demak -

Sebuah masjid Kabupaten Demak, Jawa Tengah, memiliki mustaka yang dipercaya warga arahnya dapat berubah-ubah dengan sendirinya menghadap suatu wilayah yang terjadi bencana. Mustaka tersebut merupakan mustaka asli peninggalan Masjid Grogol yang saat ini dinamakan Masjid Jami' Baitul Mu'minin, Desa Grogol, Kecamatan Karangtengah.

"Mustaka itu kan tela-telo ya, tertiup angin ke sana kemari. Menurut kepercayaan masyarakat orang sana, bilamana mustaka tersebut mengarah pada salah satu tujuan, berarti di sana itu ada musibah atau bencana. Wallahualam," ujar Kepala UPTD Museum Glagah Wangi Dindikbud Demak, Ahmad Widodo, saat ditemui di kantornya pekan ini.

Terpisah, Nadzir Masjid Jami' Baitul Mu'minin, Kiai Aly Mahrus Aziz, mengatakan bahwa perubahan arah mustaka tersebut masih ia ingat mengarah ke barat saat terjadi tsunami Aceh.

"Kemarin pas fakta banget itu pas Aceh tsunami, dan Bantul tsunami. (Mustaka) keder mriki, sak derenge satu minggu mriki pun mengarah barat, bakal ono opo yo, jebule tsunami teng Aceh niko. Ngaleh ngidul, jebule Bantul niko, (Mustaka bergetar sini, sebelumnya satu minggu mustaka sini pun mengarah ke barat, akan ada apa ya? ternyata tsunami di Aceh sana. Pindah menghadap selatan, ternyata Bantul sana)," terang Mahrus saat ditemui di rumahnya, sekitar 50 meter dari lokasi masjid, akhir pekan kemarin.

"(Mustaka) itu berputar dengan sendirinya, mau ke arah apa, ada bencana apa, ada keajaiban apa itu hak dia, Yang Maha Kuasa yang mengarahkan," imbuh Mahrus.

Mahrus menambahkan, mustaka tersebut terdapat sembilan shaf atau sembilan tumpuk/lapis. Selain itu banyak kejadian janggal menimpa warga yang berkaitan dengan mustaka tersebut.

"Yang paling bawah atau yang tengah diangkat orang empat tidak bakalan kuat. (Mustaka) itu pernah dijejekake (lurus-berdirikan) sama Mbah Mughy tukang Grogol sini, dipun pacel kajeng. Dereng dugi ngandhap niku pun dingkluk maleh (Belum sampai bawah mustaka itu sudah menunduk lagi). Nate dipun sepak kalian Suripan almarhum, barang koyo ngene kok iso ngolah ngaleh (pernah ditendang sama Suripan almarhum, barang seperti ini kok bisa berubah-ubah), sekaligus dia sampai rumah sakit jiwa, seminggu kemudian meninggal," ujar Mahrus.

"Banyak kejadian lain dialami warga, yang saat ini masih hidup. Selain itu ada Aziz, dianya itu pas waktu masjid direnovasi yang ikut junjung mustaka sini paling bawah, meyek meyek, malah seperti kesurupan. Selain itu mbah Muryamah kesurupan di belakang masjid, katanya ada emas," terangnya.

Masjid Jami' Baitul Mu'minin atau Masjid Grogol, Demak.Masjid Jami' Baitul Mu'minin atau Masjid Grogol, Demak. Foto: Mochamad Saifudin/detikcom

Fakta peninggalan Masjid Grogol

Selain mustaka yang dipercaya memiliki keramat oleh masyarakat, fakta peninggalan Masjid Grogol juga terdapat tiang masjid dari kayu jati yang tersimpan di serambi masjid. Selain itu peninggalan letak situs masjid yang saat ini dipaving di tengah kuburan lingkungan masjid tersebut, dipercaya sebagai letak asli Masjid Grogol pertama didirikan. Selain itu terdapat kolam wudu dan makam yang hanya bertuliskan waliyullah, yang dipercaya kuat juga berkaitan dengan tokoh pendiri masjid tersebut. Kolam wudu tersebut hingga saat ini banyak diambil orang luar desa tersebut yang berziarah.

Mahrus bercerita pemindahan lokasi masjid saat ini dari letak peninggalan situs tengah makam tersebut tahun 1899 Masehi. Sedangkan dirinya mengaku tidak tahu pasti sejak kapan masjid Grogol pertama kali didirikan.

"Pindahing masjid saking makam 1899 Masehi. Dino Ahad Kliwon, Jumadil Awal (Pindahnya masjid dari makam tahun 1899 Masehi, hari Minggu Kliwon, Jumadil Awal)," ujar Mahrus.

Tahun tersebut sama dengan foto prasasti peninggalan masjid yang ditunjukkan Widodo. Prasasti tersebut berupa papan dengan ukiran bertuliskan pegon "adeking Masjid Grogol" yang berarti berdirinya Masjid Grogol.

Baik Widodo dan Mahrus memiliki perspektif berbeda menceritakan sejarah Masjid Grogol. Namun keduanya memiliki kesamaan bahwa berdirinya masjid tersebut tidak terlepas dari tokoh bernama Eyang Sabdo Kencono yang bertemu Sunan Kalijaga saat mencari bahan-bahan untuk berdirinya Masjid Agung Demak di wilayah Grogol.

Selengkapnya di halaman selanjutnya...

Simak juga 'Para Srikandi Tangguh di Perairan Demak':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4