44 Juta Pengusaha Diharapkan Naik Kelas Lewat Holding Ultra Mikro

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Sabtu, 05 Jun 2021 21:04 WIB
Direktur Program TKN Aria Bima
Aria Bima (Foto: Dwi Andayani/detikcom)
Solo -

Pemerintah akan segera merealisasikan holding ultra mikro tiga BUMN. Diharapkan sebanyak 44 juta pengusaha ultra mikro lebih mudah mengakses perbankan hingga semakin cepat naik kelas.

Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Aria Bima saat membuka acara sosialisasi pembentukan holding ultra mikro di Solo. Hadir dalam kegiatan tersebut ialah para pedagang pasar tradisional.

"Terdapat 65 persen dari 44 juta pelaku usaha ultra mikro, atau sekitar 28 juta orang yang masih belum terlayani oleh lembaga keuangan formal. Dengan integrasi ini, kita harapkan mereka terlayani dan bisa naik kelas, sehingga pertumbuhan ekonomi semakin meningkat," kata Aria Bima yang membuka acara secara virtual, Sabtu (5/6/2021).

Holding ultra mikro tiga BUMN tersebut adalah PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Tbk, PT Pegadaian, dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM).

Menurutnya, holding ultra mikro bakal terealisasi pada semester dua tahun ini. Dia berharap kemudahan akses perbankan ini juga memberikan solusi kesulitan keuangan bagi pengusaha di masa pandemi.

"Sinergi ini memastikan bunga pinjaman yang lebih rendah bagi nasabah. Ini penting karena kita ketahui banyak pelaku usaha dan masyarakat kita yang masih mendapatkan pendanaan dari rentenir dan pinjaman online ilegal alias bodong. Apalagi di saat pandemi seperti ini, semoga bisa menjadi solusi," ungkap Aria Bima.

Politisi PDIP itu menjelaskan holding ultra mikro bakal memperkuat tiga bidang sekaligus. Pertama, produk pembiayaan baik secara individu yaitu melalui BRI dan Pegadaian maupun pembiayaan kelompok melalui PNM.

Kedua ialah memperkuat konsolidasi data. Database nasabah mikro akan terkonsolidasi sehingga juga memudahkan pemerintah dalam mengimplementasikan program bantuan untuk nasabah ultra mikro. Ketiga ialah memperkuat integrated platform dan network management.

"Bagi pemerintah, tentunya ini dapat menambah tingkat literasi dan inklusi keuangan. Pemerintah juga bisa membuat database riil untuk program penyaluran bantuan sehingga lebih optimal," tutupnya.

Sebelumnya, Menteri BUMN, Erick Thohir mengatakan integrasi ekosistem ultra mikro tersebut sedang dalam proses persiapan, termasuk terkait Peraturan Pemerintah (PP). Kementerian BUMN pun memastikan proses pembentukan holding ultra mikro pada tahun ini berjalan lancar.

"Alhamdulillah, proses pembentukan holding ultra mikro sejauh ini sudah sangat baik. Ini hanya menunggu tanda tangan PP dari banyak kementerian," kata Erick Thohir dalam keterangan tertulis, Kamis (3/6).

(bai/mbr)