Percepat Layanan di Kawasan Terpencil, Kemensos Gandeng IOF-RAPI

Eko Susanto - detikNews
Sabtu, 05 Jun 2021 20:45 WIB
Mensos Risma tepat membidik panahan
Mensos Tri Rismaharini (Foto: Eko Susanto/detikcom)
Kabupaten Magelang -

Kementerian Sosial (Kemensos) menggandeng Indonesia Offroad Federation (IOF) dan Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) untuk mempermudah layanan. Hal ini terutama untuk menjangkau daerah terpencil dan blank spot.

"Dulu ada keluhan ada warga yang sakit di Manggarai NTT, kemudian saya minta (staf) berangkat. Saya tunggu sampai berhari-hari, mereka perjalanan mungkin hampir 4 hari kok nggak nyampai-nyampai," kata Mensos Tri Rismaharini kepada wartawan usai meresmikan Sentra Kreasi Atensi (SKA) Balai Anak Antasena, Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (5/6/2021).

Risma mengaku sempat khawatir dengan staf yang dikirimnya tersebut. Kemudian, staf tersebut mengirimkan video tentang sulitnya medan yang harus dilalui. Untuk melatih para stafnya melewati medan sulit tersebut akan memakan waktu lama. Akhirnya, pihaknya menggandeng IOF untuk mempercepat pelayanan.

"Menggandeng IOF untuk bagaimana nanti kalau ada medan-medan sulit bisa dibantu untuk percepatan layanan," ujar Mensos Risma.

"Layanan kami karena ada jemput orang sakit, ada nangani orang dipasung dan sebagainya kemudian macam-macam masalahnya," ujar dia.

Selain itu Kemensos juga menggandeng Antar Penduduk Indonesia (RAPI). Kerja sama dengan radio amatir tersebut dirasa perlu untuk pelayanan-pelayanan di kawasan susah sinyal atau blank spot.

"Kami bersinergi dengan IOF mengatasi jalan rusak mengantar bantuan dan kendala komunikasi terputus bersinergi dengan RAPI agar tetap bisa lancar, " kata Risma.

Dalam kesempatan itu, Risma juga menyampaikan, Kemensos akan memberikan layanan multifungsi terhadap Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) di 41 balai di seluruh Indonesia.

"Dengan 41 balai multifungsi di seluruh Indonesia menjadikan PPKS tidak perlu jauh mendapatkan layanan," ujar Mensos Risma.

Di balai, kata Mensos, penerima manfaat (PM) bisa ditingkatkan dengan berbagai keterampilan (vocational), termasuk Program Keluarga Harapan (PKH) tidak mampu. "Saya kira ini penting balai multifungsi agar masyarakat bisa mendapatkan layanan yang dekat dan merasakan kehadiran negara di tengah-tengah masyarakat," tuturnya.

(mbr/mbr)