Emosi Keluarga Saat Pembunuhan Berantai Wanita di Kulon Progo Direka Ulang

Jalu Rahman Dewantara - detikNews
Kamis, 03 Jun 2021 15:37 WIB
Keluarga korban Takdir Sunariati turut saksikan rekonstruksi pembunuhan keji dari balik pagar Dermaga Kulon Progo, Kamis (3/6/2021).
Keluarga korban Takdir Sunariati turut saksikan rekonstruksi pembunuhan keji dari balik pagar Dermaga Kulon Progo (Foto: Jalu Rahman Dewantara/detikcom)
Kulon Progo -

Pembunuhan berantai yang merenggut nyawa dua wanita muda di Kulon Progo direkonstruksi hari ini. Keluarga korban, Takdir Sunariati (22) pun tak kuasa menahan emosi melihat tersangka dengan kejinya mengeksekusi korban di Dermaga Kulon Progo.

"Ingin bunuh ganti, mau injak-injak muka dia, geram lah, sudah tahu adik saya keadaan seperti itu kok dibunuh, semua keluarga nggak terima," kata salah seorang kakak korban, Sunardi, saat ditemui wartawan di sela-sela rekonstruksi di Dermaga Wisata Glagah, Temon, Kamis (3/6/2021).

Kegeraman yang dirasakan Sunardi kian memuncak saat melihat tersangka, NAF (22) berjalan di depannya dan hendak menuju mobil tahanan selepas mengikuti rekonstruksi. Bahkan Sunardi sempat meminta izin kepada salah satu polisi agar dibolehkan menemui tersangka. Niatnya satu, memberi bogem mentah sebagai pelajaran karena sudah menghabisi nyawa adiknya, namun permintaan itu tak dikabulkan.

Sunardi mengaku tak menyangka NAF tega membunuh adiknya. Selama ini ia mengenal NAF sebagai pribadi yang baik. NAF juga cukup dekat dengan keluarganya.

"(Tersangka) Sudah seperti keluarga, sering main ke rumah, jadi ya keluarga nggak nyangka seperti itu (membunuh Takdir). Wong sama adik saya itu kadang minta pulsa dibelikan, sewaktu-waktu main ke rumah itu biasa," sesalnya.

Keluarga Harap Tersangka Dihukum Mati

Sunardi pun berharap tersangka dihukum mati. Terlebih, menurutnya ada unsur pembunuhan berencana yang terlihat saat rekonstruksi pembunuhan keji itu digelar.

"Kalau lihat rekonstruksi ini memang terbukti berencana, dan itu harus dihukum seberat-beratnya. Kalau keluarga minta hukum mati, harus hukum mati," tegasnya.

Selain Sunardi, rekonstruksi ini turut disaksikan ibu dan kakak dari korban lain, Dessy Sri Diantary (22). Keduanya terlihat menonton jalannya reka adegan dari balik pagar dermaga.

Ibu Korban Terus Lantunkan Doa-Istigfar

Sesekali sang ibu, Boikem (53), terdengar mengucap lantunan doa dan istigfar. Berbeda dengan Sunardi, Boikem terlihat lebih tenang ketika akhirnya dapat melihat langsung tampang tersangka yang melintas di depannya ketika selesai rekonstruksi.

Diberitakan sebelumnya, polisi kembali menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan berantai yang merenggut nyawa dua wanita muda di Kulon Progo. Kali ini reka adegan berfokus saat tersangka NAF (22) menghabisi nyawa korban keduanya, yaitu Takdir Sunariati (21)

Selengkapnya di halaman berikut..

Selanjutnya
Halaman
1 2