36 Adegan Pembunuhan Berantai 2 Wanita Muda Kulon Progo Diperagakan

Jalu Rahman Dewantara - detikNews
Kamis, 03 Jun 2021 14:14 WIB
Rekonstruksi pembunuhan wanita muda di Kulon Progo. Rekonstruksi digelar Kamis (3/6/2021)
Rekonstruksi pembunuhan wanita muda di Kulon Progo (Foto: Jalu Rahman Dewantara/detikcom)
Kulon Progo -

Polisi kembali menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan berantai yang merenggut nyawa dua wanita muda di Kulon Progo. Kali ini reka adegan berfokus saat tersangka NAF (22) menghabisi nyawa korban keduanya, yaitu Takdir Sunariati (21).

Rekonstruksi digelar di empat lokasi, yakni di sekitar rumah paman tersangka di Ngruno, Karangsari, Pengasih; Kawasan Pelabuhan Tanjung Adikarta, Karangwuni, Wates; Dermaga Wisata Glagah, Temon dan tempat penitipan sepeda motor di Stasiun Wates. Dari hasil rekonstruksi ini ditemukan kecocokan dengan berita acara pemeriksaan (BAP) tersangka.

"Bahwa kejadian yang ada pada saat itu, dan hasil dari pemeriksaan keterangan tersangka, saksi dan barang bukti yang dikumpulkan penyidik adalah sinkron atau sama dengan adegan yang dilaksanakan hari ini yaitu sejumlah 36 adegan," kata Kasat Reskrim Polres Kulon Progo, AKP Munarso di sela-sela rekonstruksi, Kulon Progo, Kamis (3/6/2021).

Rekonstruksi diawali ketika korban, Takdir, menjemput tersangka di sekitar rumah paman tersangka di wilayah Ngruno. Kemudian keduanya berboncengan menggunakan motor milik korban menuju Kawasan Pelabuhan Tanjung Adikarta, Karangwuni.

Sesampainya di depan pintu masuk pelabuhan, tersangka menghentikan kendaraan kemudian pergi meninggalkan korban di atas motor. Tersangka lalu membeli dua botol minuman bersoda dan enam butir obat sakit kepala di sebuah warung di sekitar lokasi tersebut.

Korban Sengaja Dijatuhkan dan Diseret Usai Dicekoki Obat

Setelah itu mereka bertolak ke Dermaga Wisata Glagah, Temon. Di lokasi inilah tersangka menghabisi nyawa gadis penyandang disabilitas itu.

Sebanyak 22 adegan diperagakan di TKP yang masuk kawasan Wisata Pantai Glagah itu. Di antaranya saat tersangka memberikan minuman bersoda yang sebelumnya sudah dicampur obat sakit kepala kepada korban hingga korban teler. Dalam kondisi tak berdaya, tersangka mengangkat tubuh korban kemudian dengan sengaja menjatuhkannya ke lantai.

Selanjutnya tubuh korban diseret ke dalam bangunan dermaga, dan diletakkan di depan kamar mandi. Usai melakukan hal itu, tersangka mengambil telepon genggam dan dompet milik korban lalu meninggalkannya. Tak hanya itu tersangka juga membawa kabur motor korban untuk dijual. Namun sebelumnya dititipkan terlebih dulu di tempat penitipan motor di Stasiun Wates. Selesai melancarkan aksinya, tersangka kemudian pulang dengan ojek ke rumah pamannya.

Tersangka Dijerat Pasal Berlapis

Munarso menjelaskan kesimpulan awal di lapangan, sesuai dengan rekonstruksi dan alat bukti yang pihaknya dapat dalam proses penyidikan. Tersangka NAF, kata dia, dapat disangkakan dengan pasal berlapis yaitu 340 KUHP pembunuhan berencana dan 338 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan yang mengakibatkan korban meninggal dunia.

"Ancaman hukuman bisa mati, seumur hidup atau penjara selama 20 tahun," jelasnya.

Untuk diketahui tersangka yang merupakan pemuda asal Tawangsari, Pengasih telah menghabisi dua nyawa wanita muda di Kulon Progo. Korban pertama Dessy Sri Diantary (22) warga Gadingan, Wates, Kulon Progo dihabisi di Wisma Sermo Karangsari, Pengasih, Kulon Progo, pada Selasa (23/3). Sementara korban kedua Takdir Sunariati, warga Sendangsari, Pengasih dibunuh, di dalam kantor Dermaga Wisata Pantai Glagah, Jumat (2/4) malam.

Motif pelaku melakukan pembunuhan berantai ini karena ingin menguasai harta korban. Setelah menghabisi nyawa korbannya, NAF membawa motor korban pertama yaitu Dessy Sri Diantary, untuk selanjutnya dijual di wilayah Magelang, Jawa Tengah, yang belakangan berhasil ditemukan. Sementara motor milik korban Takdir Sunariati, disembunyikan di parkiran Stasiun Wates dan sudah diamankan petugas.

Simak video 'Ketagihan Judi Online, Motif Pelaku AA Bunuh Wanita di Hotel Menteng!':

[Gambas:Video 20detik]



(ams/sip)