Mempelai-Ortu Ternyata Kena Corona, Pesta Nikah di Sragen Dibubarkan

Andika Tarmy - detikNews
Senin, 31 Mei 2021 15:41 WIB
Petugas menjaga lokasi pesta pernikahan yang dibubarkan karena mempelai dan orang tua positif Corona, Sragen, Minggu (30/5/2021).
Petugas menjaga lokasi pesta pernikahan yang dibubarkan karena mempelai dan orang tua positif Corona, Sragen, Minggu (30/5/2021). (Foto: dok Polres Sragen)
Sragen -

Petugas terpaksa membubarkan sebuah pesta pernikahan di Kecamatan Sambirejo, Sragen, Jawa Tengah. Pasalnya, lima orang yang terdiri dari kedua mempelai, kedua orang tua serta adik mempelai putri, dinyatakan positif terpapar virus Corona atau COVID-19 hanya berselang sehari sebelum hajatan resepsi dilakukan.

"Saya dikonfirmasi pihak medis Sabtu (29/5) pagi. Sudah langsung kita batalkan (hajatan) karena perhelatan dimulai sejak Sabtu malam," ujar Camat Sambirejo, Didik Purwanto, saat dihubungi detikcom, Senin (31/5/2021).

Didik menyebut, kejadian ini bermula saat mempelai perempuan memeriksakan kondisi kehamilannya di salah satu klinik, awal pekan ini. Menurutnya, mempelai perempuan memang sudah dalam kondisi hamil karena akad nikah kedua pengantin sudah digelar sejak beberapa bulan yang lalu.

"Akadnya sudah lama. Ketahuan (positif Corona) karena periksa kehamilan sudah usia lima bulan. Di klinik itu prosedurnya kan harus pakai swab antigen, ternyata hasilnya positif. Nggak mau kecolongan, pihak klinik akhirnya menghubungi Puskesmas," terangnya.

Puskesmas kemudian melakukan tracing kontak erat mempelai perempuan. Didapatkan delapan anggota keluarga yang kemudian menjalani tes.

"Khusus keluarga inti lima orang itu tidak swab antigen, tapi langsung di-swab PCR, hasilnya positif (Corona). Kelima orang itu adalah kedua mempelai, dua orang tua mempelai putri serta adik mempelai putri," jelas Didik.

Didik mengatakan, hasil swab kelima orang tersebut baru keluar pada hari Sabtu (29/5) pagi. Padahal, di hari yang sama rangkaian pesta pernikahan sudah dimulai dengan puncak resepsi dilakukan hari Minggu (30/5).

"Langsung saya ambil langkah mengontak Pak Lurah dan Satgas Desa. Saat itu (persiapan hajatan) baru menata kursi, langsung saya hentikan. Sabtu malam ada acara Midodareni dengan hiburan orkes campursari juga kita batalkan," kata Didiknya.

Sementara kelima orang yang positif Corona, lanjut Didik, langsung diarahkan untuk melakukan karantina mandiri. Didik menyebut, sempat terjadi penolakan dari anggota keluarga meski akhirnya bisa diredam petugas.

"Lima orang (positif Corona) langsung minta untuk diisolasi. Yang punya hajat sempat syok juga, tapi kita berikan pengertian secara persuasif akhirnya mereka bisa menerima," ungkapnya.

Meski begitu, lanjut Didik, karena memahami kesulitan pihak keluarga terkait undangan yang sudah tersebar, pihak petugas memberikan toleransi. Beberapa tamu yang datang tetap diterima dengan konsep drive thru sesuai protokol kesehatan.

Selengkapnya di halaman selanjutnya...

Selanjutnya
Halaman
1 2