Terpopuler Sepekan

Buntut Panjang Goyang Panggung Dewi Perssik di Zona Merah Kudus

Dian Utoro Aji - detikNews
Sabtu, 29 Mei 2021 11:28 WIB
Kudus -

Saat Kabupaten Kudus, Jateng, berada dalam status zona merah Corona, sebuah video berisi Dewi Perssik manggung di daerah tersebut, heboh karena abai protokol kesehatan. Kasus tersebut berbuntut panjang pemilik hajatan dipanggil polisi hingga dites Corona.

Video Dewi Perssik saat manggung di Kudus ramai di medsos karena abai protokol kesehatan. Ada beberapa potongan video yang menunjukkan Dewi Perssik sedang bernyanyi di tengah acara hajatan. Tampak Dewi Perssik abai prokes dan beberapa penonton di barisan depan juga tidak memakai masker.

"EO sama yang punya hajat kita panggil hari ini untuk dimintai klarifikasi terkait acara tersebut," kata Kapolres Kudus, AKBP Aditya Surya Dharma saat dihubungi detikcom lewat sambungan telepon, Minggu (23/5).

Dia menjelaskan bahwa kedatangan Dewi Perssik bukan sebagai pengisi acara. Melainkan sebagai undangan khusus, sebab antara Dewi Perssik dan yang punya hajatan memiliki hubungan persahabatan.

"Kemudian selesai acara. Ada undangan khusus kepada Dewi Perssik selaku teman. Kemudian hadir di tempat itu sekitar setengah 5 sore, tidak ada niat untuk menyanyi. Permintaan untuk menyanyi tidak ada, tetapi Dewi Perssik itu menyanyi dua lagu," jelasnya.

Pihak keluarga yang punya hajatan pun akhirnya buka suara. Hal tersebut seperti yang diungkapkan oleh pengacara tuan rumah, Slamet Riyadi. Menurutnya acara khitanan tersebut sudah sesuai dengan protokol kesehatan.

"Menyampaikan bahwa menegaskan klien kami sebenarnya sudah mematuhi protokol kesehatan. Adapun kehadiran Dewi Perssik bukan sebagai pengisi acara, melainkan tamu undangan biasa. Karena sebagai relasi, kebetulan sebagai relasi dari klien kami," kata kuasa hukum keluarga Slamet Riyadi, kepada wartawan di Kudus, Senin (24/5).

Menurutnya acara tersebut dibatasi jumlah tamu undangan. Acaranya pun digelar secara singkat. Slamet mengatakan Dewi Perssik datang di acara tersebut sebagai tamu dari tuan rumah bukan mengisi acara.

"Acara kami kan jam 10 sampai jam 12 siang. Yaitu itu untuk 200 tamu undangan dengan kapasitas gedung 1.000 undangan. Terus 200 tamu pertama sudah datang, dan berlanjut tamu berikutnya jam 12 sampai 14.00 WIB 200 undangan saja," ungkapnya.

"Tidak banyak waktu itu. Tamu undangan sudah pulang karena sudah selesai. Beliau hanya keluarga sama karyawan hijab Arrafi," sambung Slamet.

Meski demikian, akhirnya yang tuan rumah dites swab antigen untuk memastikan tidak sebagai klaster penyebaran virus Corona di Kudus. Ada sebanyak delapan orang yang terdiri dari keluarga dan karyawan dites swab antigen. Hasilnya semua negatif.

"Melakukan tracing bersama Satgas Kecamatan Kaliwungu untuk keluarga bapak ibu bersama karyawan terkait kejadian pada Sabtu (22/5) kemarin. Hasilnya semua negatif," kata Camat Kaliwungu Satria Agus Himawan kepada wartawan ditemui di lokasi, Desa Prambatan, Kecamatan Kaliwungu, Selasa (25/5).

(mbr/mbr)