Round-Up

Warung 'Nuthuk' Harga di Malioboro Terungkap, Paguyuban Beri Sanksi

Heri Susanto - detikNews
Jumat, 28 Mei 2021 07:46 WIB
Suasana sepinya Malioboro jelang lebaran, Kamis (21/5/2020).
Papan Jalan Malioboro (Foto: Pradito R Pertana/detikcom)
Yogyakarta -

Penjual pecel lele yang viral karena 'nuthuk' wisatawan sudah bisa diketahui lokasinya. Berada di Jalan Perwakilan atau sirip Malioboro, penjual pecel lele tersebut berada di kawasan pertokoan selatan Kantor DPRD DIY.

Mantri Pamong Praja Kemantren Danurejan Bambang Endro Wibowo menjelaskan, lokasi tempat makan yang viral itu tidak termasuk PKL. Sebab, berada di dalam pertokoan.

"Lebih tepatnya restoran. Makanya, saat ini kami masih koordinasikan dengan Dinas Pariwisata," kata Bambang Endro, dihubungi detikcom, Kamis (27/5/2021).


Bambang menjelaskan, dengan berada di persil pribadi, otomatis ancaman pencabutan izin tak bisa dilakukan. Hal tersebut menjadi ranah dari Dinas Pariwisata untuk melakukan pembinaan.

"Kalau restoran atau rumah makan, pembinaan di Dispar. Karena mereka termasuk penyelenggara pariwisata," jelasnya.

Ia menegaskan, untuk kategori PKL adalah pedagang yang biasanya menempati trotoar atau tanah negara. Mereka harus mengantongi izin dari kemantren atau kecamatan.

"Tapi kalau persil pribadi, perizinannya sama seperti dengan yang lain. Biasa harus menempuh perizinan OSS (One Single Submission) yang menjadi ranah pemerintah pusat," jelasnya.


Sebelumnya, Mantri Danurejan, Lurah Suryatmajan dan Forum Komunikasi dan Koordinasi Perwakilan (FKKP) Pedagang langsung menindaklanjuti keluhan wisatawan soal harga pecel lele di kawasan Malioboro, Kamis (27/5) siang.

Simak video 'Heboh Pecel Lele Mahal, Pemkot Yogya Akan Sanksi PKL yang 'Nuthuk' Harga':

[Gambas:Video 20detik]






Selanjutnya: sanksi yang diberikan

Selanjutnya
Halaman
1 2