Warung Pecel Maliboro yang Viral 'Nuthuk' Harga Diberi Peringatan Keras

Heri Susanto - detikNews
Kamis, 27 Mei 2021 19:15 WIB
Seorang PKL yang berjualan di Malioboro, Yogyakarta, meninggal dengan status positif COVID-19. Seperti apa kondisi terkini di area zona 3 Malioboro saat ini?
Salah satu becak yang mangkal di kawasan Malioboro (Foto: PIUS ERLANGGA)
Yogyakarta -

Penjual pecel lele Malioboro yang viral harganya dikeluhkan wisatawan atau 'nuthuk' harga akhirnya ditemukan. Forum Komunikasi dan Koordinasi Perwakilan (FKKP) sebagai komunitas di kawasan tersebut memastikan telah memberikan peringatan keras kepada pedagang restoran atau rumah makan itu.

"Perihal sanksi kami baru memberi peringatan keras kepada pihak resto yang terindikasi melampaui harga standar di wilayah kami," kata Ketua FKKP Adi Kusuma saat dihubungi detikcom, Kamis (27/5/2021).

Adi menyebut jika pedagang tersebut berdalih baru saja melakukan oper manajemen sehingga tidak tahu adanya kesepakatan harga di kalangan pedagang. Pihaknya pun berharap bisa bertemu dengan wisatawan yang memviralkan pecel Malioboro dengan harga 'nuthuk' tersebut.

"Kami di lokasi memang ditemukan satu resto yang memiliki harga hampir mirip dengan yang di video, dan pemilik adalah pemilik baru yang baru dua bulan oper manajemen. Jadi yang bersangkutan mengaku tidak tahu adanya peraturan kesepakatan harga di wilayah yang memang salahnya adalah si pemilik lama tidak konfirmasi dengan kami jika telah dioper ke manajemen," katanya.

"Korban sampai saat ini belum bisa kami komunikasikan," terang Adi.

Dengan pertimbangan tersebut, pihaknya pun memberikan hanya peringatan keras kepada pemilik restoran baru tersebut.

"Kami lakukan demi mencapai hasil sebijaksana mungkin, dan kami akan lebih fokus ke berbenah agar wilayah Jalan Perwakilan lebih nyaman dan menyenangkan untuk semua pihak," jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, viral postingan wisatawan yang mengeluhkan harga pecel lele di kawasan Malioboro, Kota Yogyakarta.

Keluhan tersebut viral di sejumlah media sosial. Dalam video, keluhan seorang wisatawan yang mengaku harus membayar Rp 20 ribu untuk pecel lele dan Rp 7 ribu untuk nasi. Kemudian si wisatawan itu mau menambah lalapan dan sambal harus membayar Rp 10 ribu.

Paguyuban Pedagang Lesehan Malioboro (PPLM) dan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Cagar Budaya turun tangan dan memastikan peristiwa itu bukan terjadi di Jalan Malioboro. Sementara itu Pemkot Yogyakarta mengancam akan memberi sanksi tegas jika penjual yang nuthuk harga itu adalah PKL yang berizin.

Simak video 'Heboh Pecel Lele Mahal, Pemkot Yogya Akan Sanksi PKL yang 'Nuthuk' Harga':

[Gambas:Video 20detik]



(ams/mbr)