Nelayan Tak Bisa Melaut Gegara Ribuan Kapal Menumpuk di Pelabuhan Tegal

Imam Suripto - detikNews
Rabu, 26 Mei 2021 17:03 WIB
Kapal-kapal menumpuk di kolam Pelabuhan Kota Tegal, Rabu (26/5/2021).
Kapal-kapal menumpuk di kolam Pelabuhan Kota Tegal, Rabu (26/5/2021). Foto: Imam Suripto/detikcom
Kota Tegal -

Nelayan di Kota Tegal, Jawa Tengah, mengeluhkan tak bisa melaut. Penyebabnya adalah ribuan kapal yang menumpuk di kolam Pelabuhan Kota Tegal sejak lebaran kemarin.

"Saat akan berlayar mencari ikan, akan susah mengeluarkan kapal. Karena berada di tengah kolam. Harus menggeser kapal-kapal dulu agar bisa dapat jalan untuk keluar," ujar salah seorang nelayan Kota Tegal, Yusuf Baihaqi (42), saat ditemui di Pelabuhan Kota Tegal, Rabu (26/5/2021).

Yusuf mengungkapkan, kapal-kapal ini memenuhi kolam pelabuhan sejak menjelang lebaran. Hingga pascalebaran, belum banyak kapal yang meninggalkan pelabuhan.

"Sejak H-4 Idul Fitri kolam pelabuhan sudah mulai penuh kapal yang bersandar hingga pascalebaran kapal yang bersandar sudah mencapai seribuan lebih," kata Yusuf yang juga pemilik kapal.

Yusuf mengatakan, harus ada koordinasi dengan pihak pihak terkait, seperti syahbandar, ABK dan polair untuk membantu kapal-kapal yang akan keluar pelabuhan. Pasalnya bila tidak ada koordinasi ini, kapal yang berada pada posisi paling dalam akan terus tertahan sambil menunggu kapal-kapal keluar dari kolam.

"Ini harus ada koordinasi dengan pihak-pihak terkait seperti antara ABK, syahbandar dan polair untuk mengatur kapal yang mau keluar. Jadi tidak ada yang mengatur, akan timbul gesekan karena apabila kapal yang posisinya di tengah kalau dilepas pemilik atau nakhodanya tidak berkenan dan akan marah," kata Yusuf.

Yusuf melanjutkan, untuk mengeluarkan kapal juga harus menunggu air pasang. Biasanya, air pasang berlangsung selama 5 jam dan hanya bisa mengeluarkan 7-10 kapal.

Terpisah, Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kota Tegal, Riswanto, mengatakan menumpuknya kapal di kolam menjadi persoalan nelayan Kota Tegal. Hal ini lantaran masih terbatasnya Pelabuhan Perikanan Pantai Kota Tegal sehingga saat ini sudah tidak bisa menampung kapal dalam jumlah banyak.

Riswanto menyebut, sesuai data di asosiasi HNSI maupun di paguyuban nelayan, jumlah kapal yang ada di kolam pelabuhan ini mencapai 1.200 unit. Menumpuknya kapal ini menjadi masalah bagi nelayan yang akan melaut.

"Data kami ada sekitar 1.200-an kapal dan semua memenuhi kolam pelabuhan. Bagi nelayan yang akan berangkat mendahului dan sudah menyiapkan perbekalan, akan sulit untuk keluar akibat di belakangnya masih ada kapal yang masih sandar," ungkap Riswanto.

Riswanto meminta kepada Pemerintah Kota Tegal, Provinsi Jawa Tengah maupun pemerintah pusat untuk segera mungkin ikut campur tangan mencari solusinya.

"Hal itu agar persoalan yang setiap tahun seperti ini muncul bisa terurai, ada solusinya," pinta Riswanto.

Simak juga 'Fakta Seputar Gerhana Bulan Total yang Terjadi Hari Ini!':

[Gambas:Video 20detik]



(rih/rih)