Round-Up

Ulah Perampok Emas di Purbalingga, Minta Korban Basmalah-Kirim Voice Note

Vandi Romadhon - detikNews
Rabu, 26 Mei 2021 09:14 WIB
intrusion of a burglar in a house inhabited
Ilustrasi perampokan (Foto: iStock)
Purbalingga -

Tiga orang perampok menyatroni rumah seorang warga di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. Polisi mengungkap ada tingkah aneh dari para pelaku terhadap korban.

Minta korban ucap basmalah

"Saat akan mengikat korban pelaku gemetaran dan menenangkan korban, bahkan meminta korban untuk membaca basmalah," ujar Kasat Reskrim Polres Purbalingga Iptu Gurbacov kepada wartawan saat ditemui di kantornya, Selasa (25/5/2021).

"Udah, Bu, santai saja baca basmalah ya, Bu. Nggak papa kok," lanjut dia menirukan pernyataan pelaku berdasarkan kesaksian korban.

Peristiwa ini terjadi pada Selasa (25/5) pagi. Setelah mengikat dan menutup mulut serta mata korban, pelaku menyisir seluruh rumah yang saat itu hanya terdapat dua orang yang sudah lansia. Lokasi kejadian terletak di Desa Karangklesem, Kecamatan Kutasari, Kabupaten Purbalingga. Para pelaku menggasak perhiasan emas 1,34 ons, dokumen, uang tunai, sertifikat tanah, dan ponsel korban.

Kirim voice note via WAG

"Lucunya pelaku memakai HP korban untuk mengirim WA kepada WAG (WhatsApp Group) keluarga korban untuk memberi kabar jika ada perampokan," lanjut dia.

Salah seorang keluarga yang ada di WAG itu lalu mencoba menghubungi nomor korban tapi tak direspons.

"Ditelepon tidak ngangkat tapi malah kirim voice note ke anak korban," kata Gurbacov.

detikcom sempat mendengarkan isi voice note tersebut yang berbunyi, "Ini keluarga korban, tolong ini yang punya HP lagi kerampokan."

Saat ini polisi masih mendalami kasus ini. Para pelaku perampokan ini masih belum ditangkap. Namun polisi telah melaksanakan olah TKP.

Pelaku memakai penutup wajah

"Pelaku berjumlah tiga orang, mereka mengenakan penutup wajah dan membawa celurit masuk dengan mencongkel jendela. Kemudian langsung menyisir setiap ruang," kata anak korban, M, kepada wartawan di rumahnya, Selasa (25/5/2021).

M bercerita saat itu ibunya sedang berada di dapur, sedangkan ayahnya masih berada di dalam kamar. Rumah tersebut hanya dihuni oleh pasangan sepuh tersebut.

"Saat itu ibu sudah bangun, lagi aktivitas di dapur, ayah sudah sempat bangun juga melihat HP. Tapi pas mau keluar kamar tidak bisa buka pintu, dari luar sudah ada yang njagain," lanjutnya.

Setelah berhasil masuk pelaku langsung mengikat tangan dan kaki korban serta menutup mulut dan matanya menggunakan lakban.

Saat kejadian, M sedang ada di rumahnya di Desa Banjarsari, Kecamatan Sumbang, Banyumas. Dirinya mengetahui kejadian itu justru dari pesan singkat yang dikirim perampok melalui HP ayahnya.

"Awal saya tahu itu (dari HP) bapak kirim pesan ke grup percakapan keluarga, pesannya hanya 'ada orang kerampokan'. Saya telepon nggak diangkat. Kemungkinan itu yang kirim pesan perampoknya, akhirnya saya langsung datang ke rumah ini," ucapnya.

Simak juga 'Dua Perampok Rumah Mewah dan Penyekap ART di Makassar Didor!':

[Gambas:Video 20detik]



(rih/rih)