Bocah Nakhoda Perahu Maut di Waduk Kedungombo Diproses Diversi

Ari Purnomo - detikNews
Selasa, 25 Mei 2021 20:02 WIB
Jumpa pers kasus perahu terbalik di Waduk Kedungombo Boyolali, Selasa (18/5/2021).
Jumpa pers kasus perahu terbalik di Waduk Kedungombo, Boyolali, Selasa (18/5/2021). Foto: Ragil Ajiyanto/detikcom
Solo -

Proses hukum kasus perahu terbalik yang renggut sembilan nyawa di Waduk Kedungombo, Boyolali, akhirnya diselesaikan dengan mekanisme diversi. Bocah nakhoda kapal yang jadi tersangka, G (13), disyaratkan menanggung uang duka bagi keluarga korban senilai total Rp 27 juta.

Keputusan ini setelah Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Surakarta melakukan Penelitian Pemasyarakatan (Litmas) terhadap G.

"Dari pertemuan yang digelar dengan berbagai pihak alhamdulillah tercapai diversi dengan syarat. Ada uang duka, sudah kesepakatan adanya syarat," kata Kasi Bimbingan Klien Anak Bapas Surakarta, Saptiroch Mahanani, kepada wartawan saat ditemui di kantornya, Selasa (25/5/2021).

Total uang duka yang harus dibayarkan, lanjut Saptiroch, mencapai Rp 27 juta. Jumlah itu akan dibagikan seluruh keluarga korban yang meninggal dunia dan akan digunakan untuk beberapa keperluan.

"Dari masing-masing keluarga itu mengajukan syarat sendiri-sendiri. Ada yang Rp 2 juta, ada yang Rp 3,5 juta ada juga yang Rp 5 juta, (total) semua nominal Rp 27 juta. Itu sudah kesepakatan," tambahnya.

Jumlah tersebut sudah melalui tahapan dan tidak ada intervensi dari pihak manapun. Untuk pemberian uang duka tersebut, kata Saptiroch, pihak G diberikan kesempatan selama tiga minggu untuk melunasinya. Jika dalam waktu yang sudah ditentukan tersebut, pihak G belum bisa melunasinya maka proses hukum akan dilanjutkan oleh pihak kejaksaan.

"Apabila sampai tiga minggu tidak terbayarkan maka prosesnya akan dilanjutkan, berarti diversi ini gagal di tingkat penyidik. Dan kita lanjutkan ke kejaksaan nanti di P-21," urainya.

Tetapi kalau dana itu sudah ada dalam jangka waktu dua minggu, maka pengacara akan menyampaikan kepada penyidik PPA Polres Boyolali.

"Bahwa itu (syarat) sudah dilaksanakan berarti proses diversi bisa dilakukan," ucapnya.

Setelah diversi selesai, dalam jangka waktu empat bulan akan ada pengawasan dari Bapas. Ada sanksi yang tetap diberikan kepada G misalkan diminta untuk bersih-bersih masjid atau kegiatan sosial lainnya.

"Ini untuk menimbulkan rasa tanggung jawab bagi anak. Meski tidak bisa dihukum tetapi tetap ada konsekuensinya," ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, tragedi perahu terbalik di Waduk Kedungombo (WKO), membuat geger di tengah suasana Lebaran, Sabtu (15/5). Dalam kejadian itu dari 20 penumpang, 9 orang di antaranya tewas.

Polres Boyolali menetapkan dua orang sebagai tersangka dalam peristiwa tersebut. Yaitu nakhoda atau pengemudi perahu motor yang terbalik, seorang bocah berusia 13 tahun dan Kardiyo HS (52), pemilik warung apung sekaligus pemilik perahu tersebut. Si bocah nakhoda merupakan keponakan Kardiyo.

(rih/ams)