Nelayan Keluhkan Pelabuhan Kota Tegal Kumuh dan Penuh Sampah!

Imam Suripto - detikNews
Jumat, 21 Mei 2021 09:07 WIB
Pelabuhan Tegalsari, Kota Tegal, kumuh dan penuh sampah limbah
Pelabuhan Tegalsari, Kota Tegal. (Foto: Imam Suripto/detikcom)
Kota Tegal -

Kompleks pelabuhan perikanan Kota Tegal, Jawa Tengah, kondisinya kumuh dan kotor. Limbah pengolahan ikan dan sampah menumpuk hingga menyebabkan pendangkalan.

Kondisi ini dikeluhkan oleh para nelayan di Pelabuhan Kota Tegal. Kepada wartawan, Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kota Tegal, Riswanto mengaku prihatin melihat kondisi pelabuhan Kota Tegal yang ada sekarang ini.

"Kami prihatin dengan penilaian Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Tegalsari sebagai pelabuhan terjorok," kata Ketua HNSI Kota Tegal, Riswanto saat ditemui di Pelabuhan Perikanan Pantai Tegalsari, Kota Tegal, Jumat (21/5/2021).

Riswanto mengatakan, sistem pengelolaan limbah dari industri pengolahan ikan di kawasan Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) belum tertata dengan baik. Sehingga dibuang sembarangan di pinggir alur pelabuhan. Kondisi ini berlangsung secara terus menerus hingga sampah terus menumpuk dalam jumlah banyak.

Dampaknya, kata Riswanto, sampah ini tidak hanya mencemari, namun juga menyebabkan pendangkalan sungai.

"Limbah sisik ikan atau kulit kerang yang dibuang melalui saluran langsung ke kolam dan sungai mengendap dan menimbulkan bau tidak enak dan menyebabkan pendangkalan serta terkesan kumuh," ungkapnya.

Pendangkalan di alur dan kolam Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Tegalsari, membuat kapal tidak bisa menepi. Terlebih saat sir laut dalam kondisi surut akan makin sulit kapal masuk pelabuhan.

Sebagai kota bahari, potensi perikanan tangkap di Kota Tegal sangat besar. Riswanto menandaskan, butuh Pelabuhan Perikanan besar dengan konsep wisata dan modern.

"Untuk itu kami HNSI butuh perhatian dari Pemerintah Kota Tegal, Provinsi maupun Pusat untuk mewujudkannya," pinta Riswanto.

Selanjutnya: Apa kata Pemkot dan DPRD Kota Tegal?