Kades Sambirejo Sragen Meninggal COVID, Korban Klaster Tarawih

Andika Tarmy - detikNews
Jumat, 21 Mei 2021 08:46 WIB
Kades Sambirejo, Sragen, Suparjo Jojon
Suparjo, saat masih hidup. (Foto: Andika Tarmy/detikcom)
Sragen -

Kepala Desa Sambirejo, Sragen, Suparjo Jojon, meninggal dalam kondisi positif terpapar virus Corona atau COVID-19. Suparjo terpapar Corona saat klaster tarawih sempat menjangkiti wilayahnya dua pekan lalu.

"Betul, Pak Suparjo meninggal sekitar pukul 02.00 WIB dini hari tadi. Saat meninggal, beliau masih dalam perawatan di RS Amal Sehat," ujar Camat Sambirejo, Didik Purwanto, saat dihubungi detikcom, Jumat (21/5/2021).

Didik menyebut, Suparjo dirawat di rumah sakit usai terkonfirmasi Corona. Sempat dirawat di RSUD dr Soeratno Gemolong, Suparjo kemudian dirujuk ke RS Amal Sehat Sragen.

"Iya positif Corona, masuk rumah sakit sejak Jumat (7/5), tepat dua pekan yang lalu," terangnya.

Menurutnya, Suparjo diduga terpapar Corona dari klaster tarawih yang sempat merebak di Desa Sambirejo. Saat itu, lanjut Didik, Suparjo sempat berinteraksi dengan salah satu tetangga yang belakangan diketahui positif Corona.

"Dugaan iya terpapar dari klaster tarawih, pada saat itu sempat ada interaksi dengan salah satu orang di antara yang klaster itu," jelasnya.

Didik mengatakan, Suparjo memang memiliki beberapa penyakit penyerta (komorbid) yang diduga turut membuat kondisinya memburuk. Penyakit tersebut di antaranya sakit jantung.

"Tapi dia memang komorbid ya, penyakit penyertanya lumayan banyak. Setahu saya jantung," kata Didik.

Rencananya, Suparjo akan dimakamkan hari ini dengan menggunakan protokol pemakaman COVID-19. Didik berpesan agar kejadian ini menggugah kesadaran masyarakat untuk lebih menaati protokol kesehatan demi mencegah penularan virus Corona.

"Rencana dimakamkan hari ini dengan pemakaman prokes. Pak Suparjo ini secara umum baik, orangnya supel, dalam melayani masyarakat juga sangat bagus," ujar Didik.

(mbr/mbr)