Sudah 124 Orang Kena Corona dari Klaster Sangon Kulon Progo

Jalu Rahman Dewantara - detikNews
Senin, 17 Mei 2021 10:36 WIB
Coronavirus. COVID-19. Copy space. 3D Render
Ilustrasi Corona. (Foto: Getty Images/BlackJack3D)
Kulon Progo -

Jumlah penderita virus Corona atau COVID-19 dari Klaster Sangon, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta terus bertambah. Kali ini penambahan sebanyak 17 kasus baru sehingga total kasus sementara dari klaster yang diduga berawal dari kegiatan musala itu telah mencapai 124 orang.

"Kami kembali sampaikan penambahan kasus baru sebanyak 17 orang dari klaster Sangon. Mereka dinyatakan positif terinfeksi COVID-19 berdasarkan hasil swab test PCR," kata Juru Bicara Satgas COVID-19 Kulon Progo, Baning Rahayujati, dalam keterangan tertulis kepada wartawan Senin (17/5/2021).

Baning menjelaskan 17 kasus tersebut merupakan warga Dusun Sangon 1, Kalurahan Kalirejo, Kapanewon Kokap. Sebelumnya ada 75 warga dusun tersebut yang menjalani swab test PCR massal. Dari jumlah itu 17 dinyatakan positif dan 58 negatif.

Adapun dengan penambahan ini total kasus Corona dari Klaster Sangon telah mencapai 124 kasus. Rinciannya 60 kasus dari Dusun Sangon 1, Kalirejo, Kokap; 60 dari Dusun Kadigunung, 2 dari Tapen dan 2 dari Tlogolelo (Tiga dusun ini masuk Kalurahan Hargomulyo, Kokap).

"Dari seluruh kasus tersebut, tiga orang isolasi di rumah sakit dan 121 sisanya isolasi mandiri di rumah masing-masing," kata Baning.

Sebagai pengingat, Klaster Sangon pertama kali muncul pada 30 April 2021. Ketika itu sejumlah warga yang diketahui merupakan jemaah musala di wilayah Sangon, Kadigunung dan Tapen mengalami gejala COVID-19.

"Kami belum bisa duga sumbernya dari mana, tapi memang pada awal kasus beberapa dimulai dari kegiatan di musala di tiga wilayah tersebut. Namun dalam perkembangannya tidak hanya jemaah musala tersebut, tapi sudah menyebar ke masyarakat," ujar Baning.

Untuk mengantisipasi penyebaran virus dari klaster tersebut, Satgas COVID-19 Kulon Progo memberlakukan pembatasan ketat akses keluar masuk ke empat wilayah pemaparan virus. Di samping itu juga menutup sementara tempat ibadah dan menghentikan seluruh kegiatan kelompok masyarakat.

Pemerintah kalurahan dan unsur terkait juga memberikan sembako kepada warga yang melakukan isolasi. Selain itu dilakukan pemeriksaan swab massal oleh Puskesmas Kokap 1 dibantu SDM Puskesmas sekitarnya.

(mbr/mbr)