Round-Up

Pemobil ABG Tabrak Polisi Klaten Berakhir Mediasi, Diusahakan Non-Litigasi?

Achmad Syauqi - detikNews
Rabu, 12 Mei 2021 04:19 WIB
Jumpa pers kasus pemobil ABG tabrak polisi pos penyekatan Prambanan Klaten, Senin (10/5/2021).
Jumpa pers kasus pemobil ABG tabrak polisi pos penyekatan Prambanan Klaten, Senin (10/5/2021). Foto: Achmad Syauqi/detikcom

Eko mengatakan saat ini pendamping dari Bapas masih mengumpulkan data-data tersangka di lapangan. Termasuk dari keluarga maupun lingkungan tempat pemobil ABG itu tinggal

"Kita masih mendata dari keluarga, RT, lingkungan dan lainnya. Nanti setelah data itu ada baru kami sidangkan tim, jadi bukan kesimpulan satu orang," lanjut Eko.

Rekomendasi diversi itu nantinya akan diputuskan setelah sidang. Selain itu dari hasil sidang nantinya akan diputuskan terkait pendampingan selanjutnya.

"Nanti semua memberikan masukan. Kalau diversi, apa yang disepakati, pengawasan bagaimana, bimbingan bagaimana, jadi semua dibicarakan dan bukan keputusan pribadi seorang PK (pembimbing kemasyarakatan)," papar Eko.

Ditambahkan Eko, untuk direkomendasikan diversi perlu banyak pertimbangan. Tergantung juga pasal yang dituduhkan seperti apa tetapi Bapas akan berupaya diversi.

"Kuncinya kalau ancaman di bawah 7 tahun dan bukan pengulangan, kita akan berupaya untuk menyelesaikan secara diversi. Artinya penyelesaian itu melibatkan pelaku, orang tua pelaku, korban, kepolisian, Kades, RT dan semua terlibat dan mudah mudahan ada titik temu bisa diversi," pungkas Eko.

Sebelumnya diberitakan, seorang pengendara mobil AD (16) menerobos dan menabrak polisi saat hendak diperiksa di pos penyekatan pemudik jalan Yogya-Solo, Kecamatan Prambanan, Klaten. Siswa sebuah SMAN di Klaten itu diamankan dan telah ditetapkan sebagai tersangka di bawah umur oleh penyidik Polres Klaten.

"Iya sudah tersangka, cuma tersangka di bawah umur," kata Kasat Reskrim Polres Klaten AKP Andriansyah Rithas Hasibuan kepada wartawan di kantornya, Senin (10/5).

Halaman

(rih/mbr)