Colong Start, 20 Ribu Pemudik Sudah Tiba di Karanganyar Sebelum 6 Mei

Andika Tarmy - detikNews
Selasa, 11 Mei 2021 21:25 WIB
Bupati Karanganyar Juliyatmono
Bupati Karanganyar Juliyatmono (Foto: Andika Tarmy/detikcom)
Karanganyar -

Bupati Karanganyar Juliyatmono mengungkap sedikitnya 20 ribu pemudik sudah pulang ke kampung halamannya di Karanganyar, Jawa Tengah. Para pemudik ini pulang sebelum larangan mudik mulai diterapkan oleh pemerintah pada 6 Mei 2021 lalu.

"Datanya ada, sebelum tanggal 6 (Mei), pemudik yang terdata yang masuk Karanganyar sudah 20 ribu. Tapi mulai tanggal 6 Mei, nol (pemudik)," ujar Juli, sapaan akrabnya, kepada wartawan, Selasa (11/5/2021).

Para pemudik tersebut, lanjutnya, tiba di kampung halaman menggunakan bermacam moda transportasi. Terkait banyaknya pemudik ini, pihaknya mengaku sudah berkoordinasi dengan desa hingga tingkat RT untuk memperketat pengawasan pemudik.

"Moda transportasinya macam-macam. Sangat personal, tidak dimobilisir, masing-masing pribadi keluarga, mungkin (memakai) angkutan umum yang masih boleh waktu itu (sebelum larangan mudik). Dan datanya terkonfirmasi 20 ribu (pemudik)," jelasnya.

"Tapi di wilayah-wilayah tertentu sudah kita imbau kepada pak RT/RW supaya diketahui dia (pemudik), agar kondisinya betul-betul sehat dan isolasi di rumah tiga sampai lima hari, memastikan dia sehat," imbuhnya.

Yuli menyebut, gelombang kedatangan pemudik di wilayah tersebut berhenti total sejak larangan mudik diterapkan pemerintah pada tanggal 6 Mei 2021. Menurutnya, hal ini menunjukkan tingginya tingkat ketaatan masyarakat kepada pemerintah.

"Ini luar biasa juga, ketaatan rakyat masyarakat, maka harus diapresiasi. Sejak tanggal 6 (Mei) sampai hari ini, itu nol pemudik," kata dia.

Dihubungi secara terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Karanganyar, Sri Suboko, membenarkan pernyataan bupati tersebut. Menurut catatan Dishub, 20 ribu-an pemudik ini mayoritas berasal dari kawasan 4J (Kecamatan Jumantono, Jumapolo, Jatiyoso dan Jatipuro).

"Ya dua puluhan ribu lah, betul. Data itu sudah gabungan, kita koordinasi dengan kecamatan. Mayoritas dari daerah 4J, kalau daerah rantaunya paling banyak ya Jakarta," ujar Sri.

Puluhan ribu pemudik ini, lanjutnya, mulai berdatangan pada awal ramadhan 2021. Menurut Sri, banyak pemudik yang sengaja pulang lebih awal untuk menghindari penyekatan petugas.

"Itu data dari puasa, mulai H-4 puasa sampai tanggal 6 Mei. Banyak pemudik yang ngakali sebelum tanggal 6 Mei dia sudah mendahului (mudik), ya dia pinter juga. Tapi setelah tanggal 6 Mei tidak ada laporan (pemudik)," pungkasnya.

Simak juga 'Nekat Mudik ke Berjo Karanganyar, Siap-siap Dikarantina di Perbukitan':

[Gambas:Video 20detik]



(rih/mbr)