Se-RT di Boyolali Jadi Klaster Tilik, Warga Diminta Silaturahmi Daring

Ragil Ajiyanto - detikNews
Selasa, 11 Mei 2021 16:59 WIB
Akses pintu masuk menuju RT 01 Dukuh Garangan, Desa Garangan, Kecamatan Wonosamodro, Kabupaten Boyolali ditutup karena kasus klaster tilik
Akses pintu masuk menuju RT 01 Dukuh Garangan, Desa Garangan, Kecamatan Wonosamodro, Kabupaten Boyolali ditutup karena kasus klaster tilik. (Foto: Ragil Ajiyanto/detikcom)
Boyolali -

Puluhan warga dari satu RT Boyolali terkonfirmasi virus Corona atau COVID-19 dari klaster tilik. Mereka diminta untuk tidak saling berkunjung dan bersilaturahmi via daring saat Lebaran.

Kasus Corona dari klaster tilik ini terjadi di RT 01 Dukuh Garangan, Desa Garangan, Kecamatan Wonosamodro, Kabupaten Boyolali. Akses jalan masuk ke lingkungan RT 01 Dukuh Garangan untuk sementara ditutup.

"Wilayah RT 01 sementara kita tutup. Tiap hari ada petugas yang menjaga termasuk memantau di lingkungan ini," kata Camat Wonosamodro, Joko Suseno, kepada para wartawan di kantornya, Selasa (11/5/2021).

Jalan masuk ke RT tersebut ditutup menggunakan palang yang berbahan bambu. Ada juga tulisan, 'Jalan Ditutup, Lock Down'.

Joko mengatakan ada 26 warga dari RT tersebut yang terkonfirmasi positif Corona. Dari jumlah tersebut tinggal 6 orang yang dinyatakan belum sembuh, sedangkan yang lain sudah selesai menjalani isolasi mandiri.

Kemudian 67 orang yang berkontak langsung dengan warga yang terkonfirmasi positif COVID-19 itu juga sudah dites swab. Saat ini pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.

Joko memastikan kebutuhan logistik warga yang menjalani isolasi mandiri terpenuhi. Pihaknya bekerja sama dengan Dinas Sosial (Dinsos) Boyolali untuk memenuhi kebutuhan warganya.

"Untuk logistik kepada warga masyarakat saya kira sudah sangat cukup. Tiap ada warga masyarakat yang melaksanakan isolasi mandiri kami sesegera mungkin membuat surat dan meminta bantuan untuk jadup untuk disampaikan kepada warga," ujarnya.

Selain menutup jalan masuk ke RT tersebut, dua musala di lingkungan tersebut juga ditutup sementara. Kegiatan salat tarawih di musala untuk sementara dihentikan.

Joko mengatakan akses jalan tersebut bakal dibuka saat Lebaran besok. Kemudian warga yang menjalani isolasi mandiri bakal dipindahkan ke bangunan rumah di dekat Balai Desa Garangan.

Meski akses jalan dibuka, pihaknya tetap mengimbau agar warga tidak saling berkunjung saat perayaan Idul Fitri 1442 Hijriah ini. Warga juga diminta tidak menggelar salad Id di musala maupun di lapangan.

"Kami mengimbau Lebaran nanti warga tidak usah saling berkunjung terlebih dahulu. Silaturahmi bisa melalui daring, saat ini kan teknologi sudah canggih dan jaringan internet juga sudah sampai desa. Untuk salad Id, juga diminta untuk dilaksanakan di rumahnya masing-masing saja," pesan Joko.

Terlebih saat ini masih menunggu hasil pemeriksaan swab PCR bagi 67 warga. Pihaknya pun mengingatkan masyarakat untuk lebih disiplin mentaati protokol kesehatan, yaitu melaksanakan 5 M, memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan menghindari kerumunan dan membatasi mobilisasi.

(ams/sip)