Pemkab Pati Jamin Logistik Korban Corona Klaster Tarawih Selama Isoman

Arif Syaefudin - detikNews
Selasa, 11 Mei 2021 12:12 WIB
Pati -

Bupati Pati Haryanto mengunjungi perumahan RSS Sidokerto Kecamatan Pati kota, yang menjadi klaster penyebaran COVID-19. Haryanto menegaskan Pemkab menjamin kebutuhan logistik warga terpapar Corona selama menjalani isolasi mandiri (isoman).

Haryanto dengan jajaran berjalan kaki menyusuri jalanan RT 10 dan RT 12, memantau dan menyapa warga yang melaksanakan isolasi mandiri dari jalanan.

Dia memastikan lokasi RSS Sidokerto saat ini ditutup. Warga lokal ataupun dari luar, dilarang untuk keluar masuk perkampungan tersebut.

"Di-lockdown, jadi warga tidak boleh keluar masuk. Kebutuhannya jadi kita cukupi, sehingga tidak ada alasan untuk keluar rumah," ujar Haryanto kepada wartawan saat berkunjung di perum RSS Sidokerto, Selasa (11/5/2021).

"Kedatangan kami ke sini pula dalam rangka memberikan dukungan moril agar mereka semangat, dan imun terbentuk," lanjutnya.

Sebanyak 56 orang warga dinyatakan terpapar COVID-19 atau virus Corona. Mereka adalah imam dan jemaah masjid Al-Istiqomah RSS Sidokerto. Penularan ditengarai terjadi saat pelaksanaan salat tarawih.

Namun bupati Haryanto mengatakan saat ini warga yang menjalani isolasi mandiri dalam kondisi sudah membaik, bahkan 3 di antaranya sudah dinyatakan sembuh.

"Kondisinya sudah mulai membaik. Dari 56 orang kemarin yang dinyatakan positif, 3 orang diantaranya sudah sembuh. Sebagian dirawat di RS, sebagian lagi isolasi," pungkasnya.

Penutupan kampung tersebut juga akan dilakukan selama perayaan hari Idul Fitri mendatang.

"Dipastikan akan ditutup total saat lebaran besok. Karena memang zona merah bahkan hitam. Sesuai surat kami, sampai tanggal 16 Mei, tapi setelah itu akan kami evaluasi," terang Haryanto kepada wartawan.

"Kita imbau agar melaksanakan salat Idul Fitri di rumahnya masing-masing. Tidak di masjid, atau salat di tempat lainnya," lanjutnya.

Ditambahkannya, hingga tanggal 16 Mei nanti Pemkab Pati akan melakukan pemeriksaan ulang.

"Kami akan lakukan swab kepada seluruh warga lagi. Jika memang sudah nihil, akan kembali kita buka aksesnya. Namun, jika masih ditemukan kasus, maka kami pertimbangkan kembali terkait surat sebelumnya, bisa jadi diperpanjang," imbuhnya.

(mbr/sip)