Sempat Heboh 'WNA Kena Corona Kabur', Imigrasi Awasi WN India se-Solo Raya

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Senin, 10 Mei 2021 17:37 WIB
COVID-19 Health insurance concept. Blurring of hand holding pen and Stethoscope on health form. Focus on
Ilustrasi kasus virus Corona (Foto: Getty Images/iStockphoto/farosofa)
Solo -

Masyarakat Solo Raya, khususnya Karanganyar sempat dihebohkan dengan kabar warga negara asing (WNA) asal India melarikan diri dalam kondisi positif virus Corona atau COVID-19. Kini pihak Imigrasi terus mengawasi 137 WN India yang tinggal di kawasan Solo Raya.

Kehebohan ini terjadi karena kasus COVID-19 di India yang terus mengganas. Sementara di Karanganyar, terdapat WN India yang ketahuan positif COVID-19, namun keberadaannya sempat tidak diketahui.

Kepala Kantor Imigrasi Solo, Dwi Anandita Hari Wibowo, memastikan WN India tersebut sudah lama tinggal di Karanganyar. Dia juga memastikan tidak ada penambahan jumlah WNA di wilayah Solo Raya.

"Mereka sudah lama tinggal di Solo Raya. Jumlahnya tidak ada penambahan, yaitu 137 orang. Tujuh orang di antaranya tinggal di Kota Solo, lainnya di sekitar Solo," kata Dwi saat dijumpai di kantornya, Senin (10/5/2021).

Keberadaan WN India di Solo Raya, kata Dwi, ialah untuk bekerja sebagai tenaga ahli. Mereka bekerja di perusahaan-perusahaan tekstil dan garmen.

Menurutnya, pengawasan dilakukan antara lain melalui sponsor yang membawa WN India ke Solo. Para WNA pun secara periodik akan berkoordinasi dengan Imigrasi.

"Kita awasi mereka. Sudah kita sosialisasikan juga kepada sponsornya agar dijaga, semua dilakukan sesuai prosedur," ujar dia.

Diberitakan sebelumnya, WN India berusia 51 tahun sempat menjalani tes swab di sebuah RS di Solo dan hasilnya positif pada 6 April 2021. Setelah itu, keberadaannya tidak diketahui hingga disebut-sebut melarikan diri.

Belakangan ini, WN India itu diketahui berada di rumah kontrakannya di Plesungan, Kecamatan Gondangrejo, Karanganyar. Setelah dimintai konfirmasi, ternyata selama ini dirinya melakukan isolasi mandiri di rumah kontrakan itu.

"Sudah tinggal di situ sekitar sembilan bulan, berdasarkan paspornya. Dia bekerja di pabrik konveksi di wilayah Selokaton, tinggalnya mengontrak salah satu rumah di Plesungan," ujar Kepala Desa Plesungan, Waluyo, saat dihubungi detikcom, Sabtu (8/5).

WN India tersebut kemudian dibawa ke rumah sakit untuk menjalani tes swab kembali dan hasilnya negatif. Meski demikian, dia diminta untuk melanjutkan isolasi mandiri untuk beberapa waktu.

"Pengakuan dia tidak lari. Setelah dinyatakan positif lalu pulang dan isolasi mandiri di rumah. Dia jarang bersosialisasi, pengakuannya sehari maksimal keluar rumah hanya dua jam. Yang jelas tes swab antigen kita tadi malam menunjukkan hasilnya negatif," kata dia.

(ams/rih)