8 Pegawai Kantor Imigrasi Solo Positif Corona, 4 Orang Sembuh

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Senin, 10 Mei 2021 16:31 WIB
Kepala Kantor Imigrasi Solo, Dwi Anandita Hari Wibowo, Senin (10/5/2021).
Kepala Kantor Imigrasi Solo, Dwi Anandita Hari Wibowo, Senin (10/5/2021). Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom
Karanganyar -

Delapan orang pegawai Kantor Imigrasi Kelas I TPI Solo di Jalan Adi Sucipto, Colomadu, Karanganyar, telah menjalani isolasi karena positif COVID-19. Empat di antaranya sudah dinyatakan sembuh.

Kepala Kantor Imigrasi Solo, Dwi Anandita Hari Wibowo, mengatakan empat orang tersebut masih diminta untuk bekerja dari rumah atau work from home (WFH). Mereka baru boleh masuk ke kantor setelah libur lebaran.

"Empat orang sudah negatif, dibuktikan dengan surat sehat. Meski sudah sembuh, mereka kami minta masuk tanggal 17 Mei, setelah liburan," kata Dwi saat dijumpai di kantornya, Senin (10/5/2021).

Sementara empat orang lainnya masih menjalani karantina, baik secara mandiri maupun di rumah sakit. Dwi mengatakan ada pegawainya yang kebetulan memiliki penyakit komorbid.

"Beberapa masih isolasi mandiri karena tanpa gejala. Tapi ada yang punya penyakit bawaan," ujarnya.

Meski demikian, Dwi memastikan pelayanan kantor Imigrasi tetap berjalan seperti biasa. Saat ini pun, kondisi kantor pelayanan sangat sepi, jauh berbeda dibandingkan sebelum pandemi COVID-19.

"Kalau pelayanan sudah kami koordinasikan dengan dinas kesehatan, tetap boleh beroperasi. Di sini kan pelayanan juga jauh berbeda dibandingkan sebelum pandemi. Dulu sehari bisa 200 orang pemohon sehari, sekarang 10-20 pemohon saja," katanya.

Selain itu, pihaknya juga menerapkan WFH hingga 50 persen bagi karyawannya. Pihaknya juga memiliki prosedur melakukan penyemprotan disinfektan setiap pulang kerja untuk mencegah penularan COVID-19.

"WFH sudah kami lakukan, setiap unit bisa 20 persen sampai 50 persen, terutama bagi pegawai berusia (tua). Kami juga lakukan penyemprotan disinfektan. Bahkan nanti saat masuk pascalebaran juga kami lakukan swab antigen terlebih dahulu," kata dia.

Diberitakan sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karanganyar, Purwati, mengatakan awalnya ada dua kasus yang ditemukan. Kasus pertama diketahui Selasa (20/4) dan kedua pada Kamis (22/4).

Dari kasus tersebut, maka Dinas Kesehatan melakukan tracing kontak erat. Ada 30 orang yang kemudian menjalani tes swab.

"Dari 30 orang yang dites swab itu ada 6 orang positif. Jadi ada 8 orang yang positif," kata Purwati saat dihubungi wartawan, Sabtu (1/5/2021).

(rih/sip)