Waduh! Puluhan Pemudik Lolos Masuk Bantul Lewat Jalur Tikus

Pradito Rida Pertana - detikNews
Senin, 10 Mei 2021 15:46 WIB
Suasana shelter karantina bagi pemudik di RT.03 Pedukuhan Kaligondang, Kalurahan Sumbermulyo, Kapanewon Bambanglipuro, Kabupaten Bantul, Senin (10/5/2021).
Suasana shelter karantina bagi pemudik di RT.03 Pedukuhan Kaligondang, Kalurahan Sumbermulyo, Kapanewon Bambanglipuro, Kabupaten Bantul. (Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom)
Bantul -

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyebut hingga Minggu (9/5) kemarin ada 61 orang pemudik nekat yang masuk ke bumi Projotamansari. Sesuai aturan, 61 orang itu tengah menjalani karantina selama 5 hari.

"Sudah ada 61 pemudik yang masuk Bantul lewat jalan tikus. Semua pemudik membawa surat hasil rapid antigen dan hasilnya negatif," kata Wakil Bupati Bantul, Joko B Purnomo, saat dihubungi wartawan, Senin (10/5/2021).

Menurut Joko, ke-61 orang itu masuk ke Bantul sejak awal Mei hingga beberapa hari yang lalu. Sehingga saat ini ada pemudik yang sudah selesai menjalani karantina mandiri dan ada pula yang masih menjalani karantina tersebut.

"Ada yang sudah selesai karantina dan hasilnya negatif, terus ada juga yang saat ini masih karantina," ucapnya.

Joko menyebut Pemkab masih mengawasi pemudik nekat yang masuk Bantul melalui tingkat RT, dukuh, Satlinmas, dan FPR. Oleh sebab itu tidak ada yang lolos saat meski sampai di kampung halaman.

"Pemantauan harus diperketat, supaya tidak ada lagi pemudik yang lolos," ujarnya.

Dihubungi terpisah, Lurah Sumbermulyo, Kapanewon Bambanglipuro, Kabupaten Bantul Ani Widayani, mengatakan bahwa hingga kemarin tercatat ada belasan pemudik yang masuk ke wilayahnya. Belasan pemudik itu saat ini tengah menjalani karantina mandiri.

"Sampai kemarin ada 18 orang, kemungkinan jumlah tersebut bisa naik. Dari 18 orang itu 8 orang dari Jawa Tengah dan lainnya dari DKI Jakarta, Jawa Barat hingga luar Jawa," ucapnya.

"Jadi 18 orang karantina mandiri dengan biaya sendiri. Terus setelah 5 hari nanti mereka wajib swab. Tapi swab hanya berlaku selama 2 hari dan setelah masa berlaku itu mereka diwajibkan lagi untuk swab," imbuh Ani.

Menyoal karantina mandiri dan tidak di shelter, Ketua Asosiasi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Bantul ini mengaku karena kediaman pemudik representatif untuk melaksanakan karantina mandiri. Meski tidak di shelter, Ani menyebut para pemudik itu tetap diawasi.

"Kalau tempatnya di rumah terbatas terus mau karantina di shelter Pedukuhan boleh. Tapi lebih diutamakan karantina mandiri selama 5 hari dengan pemantauan dari petugas medis.

Sementara itu, detikcom mendatangi salah satu rumah karantina mandiri bagi pemudik di RT.03 Pedukuhan Kaligondang, Kalurahan Sumbermulyo, Kapanewon Bambanglipuro, Kabupaten Bantul. Hasilnya, belum ada yang menggunakan rumah tersebut.

Dukuh Kaligondang Supriyanto mengatakan rumah karantina ini sudah ada sejak bulan April 2020. Namun seiring berjalannya waktu rumah ini beralih fungsi untuk karantina.

"Di rumah karantina ini terdapat 3 kamar, 2 kamar mandi, dapur dan ryang tamu. Dulu sempat dipakai 9 orang dari Bogor, karena sebelum masuk sini (Kaligondang) harus rapid tes dulu dan sebelum ke rumah nunggu hasil di karantina padukuhan," katanya.

Sedangkan hingga saat ini belum ada pemudik yang menggunakan rumah karantina tersebut untuk karantina.

"Nah, untuk tahun ini belum ada yang menggunakan lagi. Karena pemudik yang datang itu tanggal 3-4 saja, sebelum tanggal 6 yang datang sehingga tidak karantina mandiri," imbuhnya.

(sip/ams)