Cara Polisi Pantau Kondisi Para Pemudik Selama di Semarang

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Senin, 10 Mei 2021 13:45 WIB
Suasana ruangan Command Center Polrestabes Semarang
Suasana ruangan Command Center Polrestabes Semarang (Foto: Angling/detikcom)
Semarang -

Ratusan pemudik tercatat masuk ke Semarang sejak adanya larangan mudik pada 6 Mei lalu. Hingga saat ini ada 538 orang yang tiba di Semarang, lalu bagaimana cara polisi memantau mereka?

"Sedikitnya sudah 538 orang pemudik yang masuk Kota Semarang dengan mengisi formulir aplikasi SiDatang. Dari angka tersebut, sebanyak 253 orang dalam proses pemantauan karena belum diketahui kondisi kesehatannya," ujar Kapolrestabes Semarang Kombes Irwan Anwar di ruang Command Center Polrestabes Semarang, Senin (10/5/2021).

Untuk diketahui SiDatang merupakan aplikasi milik Pemerintah Kota Semarang agar para pendatang atau pun pemudik mengisi data diri. Pendataannya tidak hanya dilakukan sendiri oleh pemudik namun juga aparat yang memantau atau mengetahui ada pemudik yang datang.

Irwan mengatakan pihaknya bakal mengerahkan aparat desa terkait untuk ikut melakukan pemantauan warga pendatang. Sehingga jika ada temuan kasus Corona maka bisa segera ditangani.

"Kami kerahkan Babinkamtibmas bersama Babinsa untuk menggerakkan RT/RW, Lurah dan tenaga kesehatan Puskesmas untuk mengecek ke lapangan, kampung per kampung. Bilamana didapati pemudik, maka akan didatangi untuk didata dan diperiksa kesehatannya. Kami akan ajak Kelurahan dan pihak Puskesmas," terangnya.

Irwan tidak merinci detail periode kedatangan ratusan pendatang tersebut. Dia menyebut pihaknya juga bakal mengkroscek data tersebut dengan hasil pengecekan di lokasi.

"Ada dua kelompok di sini yang sudah masuk Semarang, ada yang sebelum larangan mudik, ada pula yang berhasil lolos penyekatan sejak larangan diberlakukan pada 6 Mei lalu. Ini tidak bisa dihindari, makanya harus kami tindak lanjuti cek ke kampung-kampung," terangnya.

Untuk diketahui, Polrestabes Semarang memiliki ruangan Command Center baru yang bisa memantau pergerakan orang di Kota Semarang melalui CCTV yang terhubung di seluruh penjuru Kota Semarang.

Sejalan dengan itu juga diluncurkan aplikasi android bernama Libas yang bisa dimanfaatkan masyarakat mulai dari panic button, ambulans hebat, pengisian SiDatang, memantau CCTV di jalan hingga pasar, hingga memantau jumlah kasus COVID-19.

(ams/mbr)